Benarkah Taspen Akan Dilebur dengan BPJamsostek? Ini Kabar Terbarunya
PT Taspen (Persero) akan mengikuti segala keputusan pemerintah serta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait dengan rencana peleburan
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- PT Taspen (Persero) akan mengikuti segala keputusan pemerintah serta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait dengan rencana peleburan perseroan ke BP Jamsostek.
“Taspen sebagai perusahaan yang menginduk ke BUMN akan mengikuti kebijakan BUMN.
Apapun keputusan mereka, kami siap menjalankan (peleburan dengan BP Jamsostek-Red),” kata Komisaris Utama Taspen, Franky Sibarani, di Jakarta, Senin (27/1).
Menurut dia, kelembagaan itu merupakan proses yang dinamis, sehingga Taspen berpegang pada Undang-undang (UU) sebagai hukum tertinggi di Indonesia.
• Laba BSM 2019 Naik 111%, Bank Syariah Optimistis Kinerja Terus Membaik Tahun Ini
• Kisah Sutiyah Tunanetra 27 Tahun Tidak Cukur Rambut Cari Adik di Banjarnegara, Anda Bisa Bantu?
• BERITA LENGKAP: Antisipasi Penyebaran Virus Corona, TKA China Dilarang Kembali ke Cilacap
• Aurelie Moeremans Mengaku Dipaksa Menikah Dini, Disuruh Foto Telanjang hingga Stres & Sakit-sakitan
Meski demikian, perusahaan tetap melakukan tugas sebagaimana aturan yang diamanatkan pemerintah.
“Kami menjalankan seluruh program pemerintah mulai dari Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKM), jaminan kematian, dan program pensiun yang diwenangkan kepada kami,” ungkapnya.
Merujuk UU No. 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU No. 24/2011 tentang BPJS, Taspen dan Asabri diwajibkan melebur ke BPJamsostek pada 2029.
Sementara, Taspen mencatatkan kinerja positif sepanjang 2019, dengan pencapaian laba sebesar Rp 388,24 miliar, naik hampir 42,97 persen dari tahun sebelumnya.
“Lonjakan laba Taspen hampir mencapai 43 persen tersebut menunjukkan efisiensi biaya yang sangat baik,
atau jauh lebih rendah dibandingkan dengan beban operasi dari industri asuransi di Indonesia,” ungkap Direktur Utama Taspen, Antonius NS Kosasih.
Meski demikian, perseroan memilih target konservatif tahun ini, dengan menargetkan laba bersih lebih dari Rp 400 miliar.
“Untuk jangka pendek, kami menargetkan laba konservatif, karena mempertimbangkan suku bunga obligasi yang turun terus, suku bunga deposito juga.
Tapi kami harap pertumbuhan Taspen di atas industri asuransi atau melebihi 6-7 persen,” papar Steve, sapaannya.
Menurut dia, lonjakan laba tahun lalu berkat kenaikan pendapatan premi sebesar Rp 977 miliar, serta kontribusi peningkatan pendapatan investasi Rp 1,46 triliun.
Keduanya masing-masing meningkat sebesar 12,08 persen dan 19,08 persen dari 2018. (Kontan/Ferrika Sari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/taspen_20150427_060525.jpg)