Penyandang Difabel Low Vision Tak Kesulitan Kerjakan Tes SKD CPNS Kota Semarang di Udinus
Meski mengidap Low Vision, pria penyandang disabilitas itu punya ide memperbesar tampilan layar komputer, agar bisa melihat secara jelas.
Penulis: Vina Rizki Ariani | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rosy Rischa Adam tampak tak kesulitan mengerjakan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kota Semarang.
Meski mengidap Low Vision, pria penyandang disabilitas itu punya ide memperbesar tampilan layar komputer, agar bisa melihat secara jelas.
Dia berujar Low Vision tak menghambatnya bekerja.
• Terungkap Sosok Pimpinan Tertinggi Sunda Empire, Ternyata Seorang Perempuan, Ini Penampilannya
• Maisun Menangis Menatap Uang Koperasi SDN Pekunden Semarang Hangus Terbakar Sekira Rp 100 Juta Lebih
• Kedekatan Duda Dory Harsa Penabuh Gendang Didi Kempot dengan Nella Kharisma yang Masih Bersuami
• RSUP Kariadi Semarang Tangani Pasien Terindikasi Suspect Corona, Datang Sendiri Bukan Hasil Rujukan
Sebagai informasi, Retinis Pigmentosa merupakan ketidakmampuan mata menangkap cahaya, serta tidak mampu membaca dengan ukuran kecil dan normal.
Dia bersama keluarga juga telah berupaya berobat di rumah sakit di negara tetangga, Malaysia.
“Saya tidak pernah berkecil hati akan hal ini."
"Saya buat kekurangan bukan menjadi penghalang untuk hidup saya, namun menambah semangat dan terus bekerja keras."
"Fasilitas yang diberikan saat CPNS Kota Semarang di Udinus, untuk peserta yang mengalami kekurangan maupun yang memiliki kebutuhan seperti ibu hamil juga sudah baik,” ungkapnya pada tribunjateng.com, Rabu (29/1/2020).
Rosy mendaftar formasi jabatan Pengelola Data Belanja dan Laporan Keungan.
Pria asal Kudus itu pun mampu mengerjakan semua soal tes selama 115 menit.
“Pada saat saya datang mengikuti seleksi disini, para petugas panitia sangat membantu dan saya diperlakukan dengan baik, dari keterbatasan yang saya memiliki mampu memunculkan semangat dan tekat yang kuat untuk berprestasi.” ujarnya.
Rosy sudah kali ketiga ini mendaftar CPNS.
Dia yakin bisa lolos dalam kesempatan kali ini.
“Dahulu saya sempat ikut dua kali tes namun gagal karena saya ikut jalur regular tidak mengikuti jalur disabilitas di kota Yogjakarta."
"Ini menjadi keinginan saya untuk terus mencoba dan atas bantuan adik saya, saya dibantu untuk mendaftar dan juga ikut tes di Udinus."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tes-skd-cpns-pemkot-semarang-di-udinus.jpg)