Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

DPMPTSP Jateng Dorong Investor Bermitra dengan UMKM di Jawa Tengah

Capaian investasi Jateng lima tahun terakhir terus mengalami tren positif. Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jat

Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Capaian investasi Jateng lima tahun terakhir terus mengalami tren positif.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng mencatat, capaian investasi tembus 125 persen dari target Rp 47,4 triliun pada 2019 lalu.

Kepala DPMPTSP Jateng Ratna Kawuri memaparkan, tren positif itu bisa dilihat pada tahun 2015 target investasi Jateng mencapai Rp 24 triliun dengan realisasi tembus di angka Rp 26 triliun atau tercapai 109 persen.

"Peningkatan capaian investasi Jateng terus tumbuh, jika 2015 tembus Rp 26 triliun, pada 2016 capaian investasi Jateng menyentuh angka Rp 38 triliun dari target Rp 27 triliun," kata Ratna Kawuri dalam wawancara dengan media di Kantor DPMPTSP Jateng, beberapa waktu lalu.

DPMPTSP_Performa investasi
DPMPTSP_Performa investasi (IST)

Diterangkan oleh Ratna Kawuri, pada 2017 target investasi dari Pemprov Jateng Rp 41 triliun, dengan realisasi Rp 51 triliun atau 124 persen melebihi target yang sudah ditetapkan.

"Untuk realisasi investasi 2018, Jateng memperoleh Rp 59 triliun dari target Rp 47 triliun. Sementara pada 2019 target investasi yang sudah ditentukan Rp 47 triliun, realisasinya mencapai Rp 59 triliun atau 125 persen dari target," kata Ratna Kawuri sambil menunjukkan data-data grafis pendukung.

Data yang sudah dipaparkan menunjukkan Jateng sangat potensial untuk investasi serta menjadi jujukan investor.

"Tak hanya investor dalam negeri, Jateng juga diserbu investor luar negeri. Tahun lalu Jateng menempati peringkat ke tiga skala nasional dalam hal realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dengan total proyek 1.983 senilai 2,7 juta dolar AS setara Rp 40 triliun, atau 80 persen dari realisasi investasi tahun 2019," papar Ratna.

Total nilai proyek lewat PMA pada 2019 dijelaskannya mengalami kenaikan dibanding 2018, dengan 1.380 proyek senilai 2,3 juta Dolar AS atau setara Rp 31 triliun.

"Bukan hanya capaian investasi dan datangnya PMA yang menunjukkan tren positif, jumlah proyek di Jateng yang didanai PMA dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) juga bertambah. Kami mencatat total proyek pada 2018 mencapai 3.653 proyek, di mana pembiayaan melalui PMDN mencapai 2.273 proyek dan sisanya lewat PMA. Sementara pada 2019 total proyek di Jateng mencapai 5.782, dengan 3.799 proyek yang didanai PMDN," terang Ratna.

Ratna menyebutkan banyaknya proyek yang dibiayai lewat PMDN, menjadikan Jateng masuk peringkat 10 besar realisasi proyek nasional lewat PMDN.

"Dilihat dari jumlah proyek, Jateng menduduki peringkat 8 nasional dalam hal capaian jumlah proyek yang didanai lewat PMDN," lanjutnya.

Turut diterangkan Ratna, penyerapan tenaga kerja dari total proyek pada 2018 mencapai 112 ribu orang, dengan jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) sebanyak 1.000 orang lebih, dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) 111 ribu orang.

"Sementara pada 2019 serapan tenaga kerja dari total keseluruhan proyek mencapai 114 ribu pekerja, di mana 841 orang merupakan TKA, dan 113 ribu orang TKI," tuturnya.

Menyoal PMA Ratna merinci, terdapat 10 negara penyumbang investasi terbesar pada 2019, di mana Jepang memiliki kontribusi terbesar dengan 2,4 juta Dolar AS.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved