Angka Perceraian di Kabupaten Sragen Tinggi, Ini Tanggapan Bupati Yuni
Angka perceraian di Kabupaten Sragen tertinggi di Solo raya. Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memberikan
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Angka perceraian di Kabupaten Sragen tertinggi di Solo raya.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memberikan sosialisasi di Kecamatan Tanon.
Banyaknya angka perceraian di Kabupaten Sragen disampaikannya karena angka pernikahan dini yang cukup banyak.
• Ningsih Tinampi Berurusan dengan Polisi Polda Jatim Hingga Satpol PP, Terkait Bisa Panggil Nabi?
• Ini Reaksi Ashanty saat Anang Hermansyah Peluk Tiara di Panggung Indonesian Idol
• Kata Risma Setelah Baca Surat Permohonan Maaf dari Penghinanya: Saya Wajib Memberikan Maaf
• Misteri Siswi SMP Meninggal di Gorong-gorong, Ayah Delis Sudah 2 Minggu Tak Masuk Kerja
Selain itu hamil diluar nikah juga menjadi faktornya.
"Kalau yang menikah dini belum siap secara batin dan psikis maka akan mempengaruhi kehidupan dalam berumah tangga.
Usia menikah dalam UUD Pernikahan No 16 tahun 2019 yaitu berusi 19 tahun," kata Yuni, Rabu (5/2/2020).
Diusia 19 tahun dikatakannya organ reproduksi manusia lebih siap namun sebetulnya secara lahiriyah secara psikologi belum sepenuhnya siap.
"19 tahun anak psikologisnya dalam masa pertumbuhan dan sangat mempengaruhi kejiwaannya, anak-anak remaja kadang kala tiba-tiba menangis, masih emosional terkadang belum bisa menerima peran baru jika langsung berumah tangga," lanjut dia.
Tidak hanya itu, bupati juga meminta peran serta orang tua agar selalu mengikuti perkembangan anak dan juga harus memahami masa transisi anak-anak ke remaja.
Bupati berpesan agar para remaja dan anak muda menyiapkan betul jika ingin menikah.
Yuni juga berharap angka perceraian di Kabupaten Sragen semakin menurun.
Orang nomor satu di Kabupaten Sragen itu juga menyayangkan jika para remaja sudah mulai berani seks bebas yang dapat memicu pernikahan dini.
"Dampaknya bisa terkena HIV apalagi berganti-ganti pasangan dan sudah pasti mematikan.
Saya harap generasi di Sragen paham betul hal ini, disiapkan betul jika ingin menikah," kata dia.
Sosialisasi bertajuk Kesehatan Reproduksi Remaja dan Penyuluhanan Pra Nikah Bagi Generasi Milenial di Kecamatan Tanon ini diharapakan usia pernikahan dini semakin menurun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-sragen-kusdinar-untung-yuni-sukowati-ketika-memberi-penyuluhan-di-desa-padas.jpg)