Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Heboh Virus Corona Pacu Tingginya Pembatalan Kamar Hotel di Indonesia, Ini Data Lengkapnya

Dampak wabah virus corona mulai dirasakan pelaku usaha di industri pariwisata, khususnya bisnis hotel dan restoran dalam negeri.

Tayang:
ISTIMEWA
Ilustrasi kamar hotel 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Dampak wabah virus corona mulai dirasakan pelaku usaha di industri pariwisata, khususnya bisnis hotel dan restoran dalam negeri.

Rainier H Daulay, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), mengatakan, dampak wabah virus corona telah membuat turis dari negara lain enggan bepergian.

"Dalam dua minggu terakhir, terjadi angka pembatalan pesanan (booking) kamar cukup signifikan dari turis asal Timur Tengah, Australia, hingga Eropa," ujar pemilik Hotel Radhana Kuta dan Oasis Sanur itu, kepada Kontan, Selasa (4/2).

Menilik musimnya, menurut dia, saat ini industri perhotelan memang sedang memasuki masa low season.

Tetapi, biasanya turis mancanegara melakukan pemesanan ke Bali untuk bulan depan atau masa high season pada periode ini.

Namun, sejak pemberitaan corona menyebar, pihaknya menerima banyak pembatalan kamar.

Kabar Terakhir Pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu setelah Terbakar, Ini Info Lengkapnya

Tim Gabungan Polda dan ESDM Gerebek Tambang Ilegal, Penambang Kocar-kacir, Amankan ekskavator & Truk

Kapan Nia Ramadhani Terakhir Makan Nasi Telur? Jawabannya Bikin Jessica Iskandar Ngakak

Nikita Mirzani Bongkar Rekaman Mantan Suami Diduga Hina Polisi, Ini Kelanjutannya

Rainier tidak membeberkan angkanya secara akurat, tetapi sebagai gambaran, dalam dua hari terakhir, pesanan kamar menyusut menjadi 20 pesanan dari 100 pesanan.

Tak hanya itu, pihaknya bahkan tidak bisa memprediksi sampai kapan efek virus corona akan menjalar, sehingga potensi kerugian diprediksi akan sangat besar.

"Satu hal yang bisa diusahakan sekarang adalah menarik turis domestik.

Mau tidak mau, maskapai penerbangan perlu menurunkan biaya tiket pesawat, pihak pengelola bandara juga harus membantu mengurangi beban maskapai dengan diskon.

Lagi pula, banyak pesawat menganggur sejak penerbangan dari dan ke China ditutup kan," katanya.

Dari sisi bisnis, Rainier menuturkan, pihaknya akan banyak melakukan efisiensi dari operasional hotelnya di Bali jika efek virus corona memakan waktu semakin lama.

Tetapi di saat yang sama, pihaknya akan terus berusaha menjaring turis domestik.

Ia juga berharap setidaknya pemerintah dapat menyaring pemberitaan virus corona dengan lebih bijak di media massa.

Sebab, penggambaran di media atas perlakuan warga Indonesia yang didatangkan dari China ke Indonesia, mampu menambah ketakutan warga untuk bepergian.

"Semoga saya salah, tapi prediksi saya mungkin sampai setahun ini dampak virus corona masih akan memukul berbagai industri, tidak hanya perhotelan dan restoran, tapi juga pariwisata," paparnya.

Terguncang

Adapun, kebijakan pemerintah Indonesia untuk antisipasi penyebaran virus corona membuat industri pariwisata dalam negeri terguncang.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Didien Junaedy sempat mencatat, sudah ada 9.000 pembatalan kunjungan turis mancanegara ke Bali sejak pemerintah menutup pintu bagi kunjungan dari dan ke China karena penyebaran virus corona.

Menurut dia, industri pariwisata domestik sangat terpukul dengan keputusan itu, mengingat turis asal China menduduki tempat terbanyak sebagai pengunjung di Indonesia.

Tak hanya itu, turis asal Negeri Tirai Bambu terkenal menghabiskan biaya rata-rata mencapai 1.000 dollar AS saat berada di Indonesia.

"Turis dari China yang datang ke Indonesia mencapai 2 juta orang/tahun, jika dikalikan 1.000 dollar AS, potensinya sangatlah besar.

Nah kali ini, dengan catatan 9.000 wisatawan, potensi kerugian bisa mencapai 9 juta dollar AS. Namun, semoga ini tidak berlarut lama," ucapnya.

Didien menyatakan, hal itu turut berimbas pada tingkat okupansi hotel, khususnya di Bali. Menurut dia, turis asal Negeri Panda itu bahkan menyumbang sekitar 70 persen keterisian kamar hotel di Bali.

Sebagai langkah antisipasi, GIPI akan gencar mendekati sejumlah agen pariwisata di Amerika dan Eropa untuk menambal kekosongan yang ditinggalkan China.

Caranya, dia menambahkan, dengan memberikan saran pengalihan destinasi wisata yang sebelumnya ke China untuk selanjutnya menuju Indonesia.

"Pada kuartal II, mereka mau masuk summer holiday, jadi turis asal Amerika dan Eropa yang tidak akan ke China ini akan tertarik ke Indonesia. Kami usul supaya liburan ke Indonesia saja," terangnya. (Kontan/Amalia Fitri)

Video Ganjar Pungut Sampah Yang Berserakan dibantu Walikota Tegal

Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic Puas dengan Komposisi Banyak Pemain Muda

Penghinaan Wali Kota Surabaya Risma: Saya Kaget, Salah Apa Saya Disebut Kodok dan Muka Saya Jelek

Berita Lengkap: Seorang TKW Asal Indonesia Positif Corona, Inilah Kondisinya Saat Ini

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved