Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pantura

Ini Tips dari Dinkes Kabupaten Tegal untuk Mengantisipasi Penyakit DBD

Memasuki musim penghujan, banyak hal yang dikhawatirkan. Tidak hanya terjadinya bencana alam seperti

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
IST
contoh alat Larvitrap untuk mengatasi masalah nyamuk. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Memasuki musim penghujan, banyak hal yang dikhawatirkan.

Tidak hanya terjadinya bencana alam seperti banjir atau tanah longsor, tapi munculnya beragam penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) juga tidak luput dari kewaspadaan masyarakat.

Adapun untuk di Kabupaten Tegal sendiri, menurut Staff Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Bagus Johan Maulana, kasus demam berdarah pada tahun 2019 ada sekitar 370 kasus dengan angka kematian tiga orang.

Ini Alasan Nengmas Antarkan Suami Poligami hingga Siapkan Mas Kawin dan Kebutuhan Akad Nikah

Begini Reaksi Agustianne Marbun Pergoki Hotman Paris Pulang Subuh Setelah Kencan dengan Artis

Ammar Zoni Sewot Soal Nama Kontaknya di HP Istri, Irish Bella: Salah Sendiri Nikahin Orang Belgia!

Tragedi Tewasnya Sopir Grab Kudus, Sempat Berpapasan dengan Istri di Malam Terakhir

Sedangkan untuk tahun 2020 sampai Februari ini, baru ada lima kasus demam berdarah yang tercatat dan tidak ada kematian.

"Terkait antisipasi yang kami lakukan untuk masalah demam berdarah ini, sebenarnya sudah dilakukan sebelum musim penghujan tepatnya Desember 2019.

Kami menggelar pokjanal (kelompok kerja operasional demam berdarah) dan ini rutin setiap akan memasuki musim hujan," kata Bagus, pada Tribunjateng.com, Kamis (6/2/2020).

Dalam kegiatan Pokjanal tersebut, lanjutnya, dilakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang diikuti oleh lintas sektoral.

Baik di tempat kerja masing-masing atau di jajaran semuanya.

Kegiatan PSN yang dimaksud yaitu 3M (Menguras bak mandi, Menutup tempat penampungan air, dan Mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air hujan).

Ada juga cara lain yang bisa dilakukan, seperti menghindari gigitan nyamuk menggunakan obat nyamuk, mengurangi gantungan baju, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, memelihara tumbuhan beraroma yang bisa mengusir nyamuk, dan satu yang sedang pihak Dinkes kembangkan yaitu Larvitrap.

"Kami sedang mengembangkan alat Larvitrap yang berasal dari kata Larva (jentik nyamuk) dan Trap (perangkap).

Jadi alat yang sederhana bisa terbuat dari toples, lalu bagian atasnya dilubangi dan diberi penyambung pipa dan dibawahnya dipasang kain strimin.

Setelah itu diisi dengan tiga helai daun jerami dan dikasih air, nantinya rendaman air jerami menarik perhatian nyamuk untuk bertelur dan terperangkap disitu," terangnya.

Bagus menyebut, bahwa inovasi alat Larvitrap tersebut digalakan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Dengan harga yang bisa dikatakan cukup terjangkau. (dta)

Warga yang Tak Ikut Sensus Penduduk Online Akan Didatangi Petugas

Ratusan Pelajar di Demak Khatamkan AlQuran 150 Kali di Peringatan Haul Raden Fatah ke 517

Antisipasi Virus Corona, PT KAI Bagi 850 Masker di Stasiun Pekalongan

Agus Sebut Pajak Catering Belum Optimal, dari Potensi Rp 20 Miliar hanya Terkumpul Rp 1 Miliar

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved