Berita Semarang
Agus Sebut Pajak Catering Belum Optimal, dari Potensi Rp 20 Miliar hanya Terkumpul Rp 1 Miliar
Pendapatan pajak catering yang merupakan bagian dari pajak restoran masih belum optimal.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pendapatan pajak catering yang merupakan bagian dari pajak restoran masih belum optimal.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pendaptan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Agus Wuryanto, Kamis (6/2/2020).
Agus menyebutkan, potensi pajak catering bisa mencapai Rp 20 miliar.
• Ini Alasan Nengmas Antarkan Suami Poligami hingga Siapkan Mas Kawin dan Kebutuhan Akad Nikah
• Ammar Zoni Sewot Soal Nama Kontaknya di HP Istri, Irish Bella: Salah Sendiri Nikahin Orang Belgia!
• Begini Reaksi Agustianne Marbun Pergoki Hotman Paris Pulang Subuh Setelah Kencan dengan Artis
• Tragedi Tewasnya Sopir Grab Kudus, Sempat Berpapasan dengan Istri di Malam Terakhir
Namun, pada tahun lalu pajak catering masih pada kisaran Rp 1 miliar.
"Bapenda memang belum optimal untuk pajak catering.
Baru Rp 1 miliar, masih jauh," ucapnya.
Karena itu, pihaknya menyiapkan gebrakan baru dengan berkoordinasi dengan bendahara di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Semarang untuk meningkatkan pajak catering.
Dia menyebut, anggaran makan minum secara keseluruhan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kisaran Rp 10 miliar.
Namun, selama ini pajak catering dari sektor itu belum optimal.
Dia pun ingin bendahara di lingkungan Pemkot bekerjasama dengan Bapenda.
"OPD yang ada anggaran untuk makan minum melalui catering nanti pajaknya langsung ke bank daerah.
Kami tidak menarik ke cateringnya tapi OPD langsung ke Bapenda melalui Bank," jelasnya.
Melalui upaya tersebut, Agus yakin para pelaku catering tidak akan macet dalam membayar pajaknya.
Dampaknya, pendapatan pajak dari sektor catering akan semakin tinggi.
Jika pendapatan daerah tinggi, pembangun di Kota Semarang pun akan semakin masif. (eyf)
• Imbas Virus Corona, Masker Langka dan Harga di Tingkat Distributor Tembus 600 Persen
• Pemkot Tegal Akan Tata Ulang Kawasan Pemukiman Kumuh di Bantaran Sungai Siwatu, Jumadi : Jadi RTH
• Ini Alasan Hari Nur Yulianto Penyerang PSIS Semarang 2 Hari Tak Ikut Latihan
• Biasa Kirim 60 Ton Per Hari, di Musim Hujan Agus Cuma Bisa Pasok Ikan Asin Beberapa Ton saja
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/retribusi-kota-semarang-rendah.jpg)