Berita Semarang
DPRD DKI Jakarta Belajar Penanganan Banjir ke Semarang, Ini Terobosan yang Akan Dicontoh
DPRD Provinsi DKI Jakarta belajar penanganan banjir dan beberapa penataan infrastruktur ke Kota Semarang.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Provinsi DKI Jakarta belajar penanganan banjir dan beberapa penataan infrastruktur ke Kota Semarang.
Rombongan Komisi D DPRD DKI Jakarta tersebut diterima oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di Balai Kota Semarang, Jumat (7/2/2020).
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah mengatakan Semarang dinilai cocok untuk menjadi rujukan penanganan banjir dan dinilai berhasil mengatasi persoalan banjir.
• Tragedi Tewasnya Sopir Grab Kudus, Sempat Berpapasan dengan Istri di Malam Terakhir
• BREAKING NEWS: 3 Pemain PSIS Semarang Dipanggil Ikuti TC Timnas Senior
• Kecelakaan Mobil Vs Truk di Tol Bawen-Salatiga Tewaskan 1 Orang, Mobil Tak Berbentuk
• Ayahnya Tinggalkan Keluarga Demi Jennifer Dunn, Ini Doa Shafa Harris Untuk Faisal Harris
Apalagi, beberapa waktu lalu Kota Semarang mendapatkan penghargaan tingkat ASEAN.
Hal itu yang menjadi semangat para wakil rakyat DKI untuk belajar ke Semarang.
"Begitu kami ke sini ternyata luar biasa. Tidak butuh anggaran besar tetapi pengurangan banjir sangat signifikan," ungkap Ida.
Baginya, hal ini patut dijadikan contoh.
Selama ini, penanganan banjir di Jakarta belum maksimal.
Semangat membangun kota yang dimiliki Semarang diharapkan bisa dilakukan para pemangku wilayah DKI Jakarta.
"Sebenarnya kembali kepada penguasanya mau atau tidak. Keinginan memperbaikinya harus ada," ucapnya.
Penggunaan pompa air dengan kapasitas besar, sebutnya, akan menjadi contoh penanganan banjir di DKI Jakarta.
Menurutnya, secara jumlah, pompa air di Jakarta lebih banyak yaitu lebih dari 400 pompa.
Sementara Semarang hanya memiliki 48 pompa.
Namun kapasitas pompa di Jakarta lebih kecil dibanding Semarang.
"Di Semarang ternyata pompanya masing-masing kapasitas 1.000 liter per detik, sementara di sana hanya 250. Kapasitasnya terlalu kecil," ujarnya.