Berita Semarang
Guru Olahraga Pukul Murid Umur 10 Tahun di Semarang, Bocah Trauma Terpaksa Pindah Sekolah
Seorang bocah sekolah dasar berusia 10 tahun di Kota Semarang dilaporkan dipukul seorang guru olahraga saat jam pulang sekolah.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang guru olahraga dipolisikan karena memukul murid umur 10 tahun di Kota Semarang saat jam pulang sekolah.
Siswa itu berinisial LJ, warga Kecamatan Semarang Timur.
Dia dipukuli karena dianggap nakal oleh sang guru.
• Tragedi Tewasnya Sopir Grab Kudus, Sempat Berpapasan dengan Istri di Malam Terakhir
• Heboh Telur Asin Diduga Palsu di Banyumas, Pedagang: Rasanya Getir dan Berwarna Hitam Kecoklatan
• Ayahnya Tinggalkan Keluarga Demi Jennifer Dunn, Ini Doa Shafa Harris Untuk Faisal Harris
• Viral Istri Mengantar Suami Menikah Lagi, Dari Siapkan Mas Kawin hingga Bela Suami dari Bully
LJ merupakan murid sebuah sekolah dasar di Kecamatan Semarang Tengah.
Akibat bogem mentah, mulut siswa kelas 5 itu berdarah.
Kepalanya menjadi pusing.
Dia pun merasa trauma sehingga berpengaruh ke mentalnya.
Hal itu diungkapkan ayahnya berinisial SF (43) seusai memenuhi undangan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Semarang, Jumat (7/2/2020).
SF mengungkapkan, pemukulan itu terjadi pada 2 Oktober 2018.
SF pun akhirnya melaporkan aksi kekerasan itu kepada polisi.
Dia menilai sekolah tak ada itikad baik untuk menyelesaikan kasus secara kekeluargaan.
Pihaknya melaporkan aksi guru olahraga berinisial TP itu ke Polrestabes Semarang pada 3 Oktober 2018, sehari setelah kejadian.
"Pasca kejadian itu, mental anak saya terbebani.
Anak saya mengalami luka mental dan fisik.
Terpaksa saya pindahkan anak saya ke sekolah," kata SF kepada Tribunjateng.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-pemukulankompascom-ericssen_20180403_114833.jpg)