Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Salatiga

Hindari Salah Kelola Dana Kelurahan, DPRD Salatiga Usulkan Adanya Pendampingan Perguruan Tinggi

DPRD Kota Salatiga mengusulkan adanya pelibatan perguruan tinggi (PT) guna memberikan pendampingan terkait pengelolaan dana kelurahan di Salatiga.

Tayang:
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit. TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - DPRD Kota Salatiga mengusulkan adanya pelibatan perguruan tinggi (PT) guna memberikan pendampingan terkait pengelolaan dana kelurahan di Salatiga.

Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit mengatakan titik berat pembangunan wilayah sekarang telah bergeser dari pemerintah daerah berganti kelurahan.

"Karena sejak era pemerintahan Pak Jokowi ini anggaran kelurahan sudah cukup besar, baik Dana Alokasi Umum Tambahan (DAUT) senilai Rp 366 juta per tahun.

Tragedi Tewasnya Sopir Grab Kudus, Sempat Berpapasan dengan Istri di Malam Terakhir

Ayahnya Tinggalkan Keluarga Demi Jennifer Dunn, Ini Doa Shafa Harris Untuk Faisal Harris

Heboh Telur Asin Diduga Palsu di Banyumas, Pedagang: Rasanya Getir dan Berwarna Hitam Kecoklatan

Kecelakaan Mobil Vs Truk di Tol Bawen-Salatiga Tewaskan 1 Orang, Mobil Tak Berbentuk

Kemudian ada pula dana mandatori kelurahan total Rp 2,3 miliar paling rendah Rp 1,4 miliar," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (7/2/2020)

Menurut Dance besarnya dana dari pemerintah yang turun langsung ke kelurahan sementara terbatasnya sumberdaya manusia (SDM) di kelurahan sangat rawan terjadi salah kelola keuangan.

Ia menambahkan, karenanya menjadi penting pelibatan PT mulai dari perencanaan pembangunan maupun ketika menjalankan program.

Sehingga, harapannya tidak menimbulkan banyak kasus dikemudian hari.

"Kelurahan Blotongan misalnya itu bisa sampai sekitar Rp 2,3 miliar pertahun.

Lalu perencanaan kan dimulai dari RW dan mereka yang melaksanakan termasuk membuat laporannya," katanya

Dikatakannya, apabila setiap RW di Salatiga sekarang mendapatkan intensif dana hibah guyub RW senilai Rp 45 juta dari Pemkot Salatiga.

Nantinya pada 2021 jumlah dana lebih besar dari pemerintah pusat sekitar Rp 200 juta.

Politisi PDIP itu menyatakan, usulan perlunya pendampingan dikemukakan karena ketika Musrenbang banyak perencanaan yang menyasar pada pembangunan fisik bukan menekankan daya saing wilayah.

"Nah, dengan adanya kampus yang diikutkan ini supaya ada usulan berbeda.

Entah itu pelatihan atau kegiatan lain bermuara pada penguatan ekonomi masyarakat.

Tidak melulu fisik pembangunan jalan, trotoar, gorong-gorong dan sebagainya," ujarnya

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved