Berita Salatiga
Hindari Salah Kelola Dana Kelurahan, DPRD Salatiga Usulkan Adanya Pendampingan Perguruan Tinggi
DPRD Kota Salatiga mengusulkan adanya pelibatan perguruan tinggi (PT) guna memberikan pendampingan terkait pengelolaan dana kelurahan di Salatiga.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - DPRD Kota Salatiga mengusulkan adanya pelibatan perguruan tinggi (PT) guna memberikan pendampingan terkait pengelolaan dana kelurahan di Salatiga.
Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit mengatakan titik berat pembangunan wilayah sekarang telah bergeser dari pemerintah daerah berganti kelurahan.
"Karena sejak era pemerintahan Pak Jokowi ini anggaran kelurahan sudah cukup besar, baik Dana Alokasi Umum Tambahan (DAUT) senilai Rp 366 juta per tahun.
• Tragedi Tewasnya Sopir Grab Kudus, Sempat Berpapasan dengan Istri di Malam Terakhir
• Ayahnya Tinggalkan Keluarga Demi Jennifer Dunn, Ini Doa Shafa Harris Untuk Faisal Harris
• Heboh Telur Asin Diduga Palsu di Banyumas, Pedagang: Rasanya Getir dan Berwarna Hitam Kecoklatan
• Kecelakaan Mobil Vs Truk di Tol Bawen-Salatiga Tewaskan 1 Orang, Mobil Tak Berbentuk
Kemudian ada pula dana mandatori kelurahan total Rp 2,3 miliar paling rendah Rp 1,4 miliar," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (7/2/2020)
Menurut Dance besarnya dana dari pemerintah yang turun langsung ke kelurahan sementara terbatasnya sumberdaya manusia (SDM) di kelurahan sangat rawan terjadi salah kelola keuangan.
Ia menambahkan, karenanya menjadi penting pelibatan PT mulai dari perencanaan pembangunan maupun ketika menjalankan program.
Sehingga, harapannya tidak menimbulkan banyak kasus dikemudian hari.
"Kelurahan Blotongan misalnya itu bisa sampai sekitar Rp 2,3 miliar pertahun.
Lalu perencanaan kan dimulai dari RW dan mereka yang melaksanakan termasuk membuat laporannya," katanya
Dikatakannya, apabila setiap RW di Salatiga sekarang mendapatkan intensif dana hibah guyub RW senilai Rp 45 juta dari Pemkot Salatiga.
Nantinya pada 2021 jumlah dana lebih besar dari pemerintah pusat sekitar Rp 200 juta.
Politisi PDIP itu menyatakan, usulan perlunya pendampingan dikemukakan karena ketika Musrenbang banyak perencanaan yang menyasar pada pembangunan fisik bukan menekankan daya saing wilayah.
"Nah, dengan adanya kampus yang diikutkan ini supaya ada usulan berbeda.
Entah itu pelatihan atau kegiatan lain bermuara pada penguatan ekonomi masyarakat.
Tidak melulu fisik pembangunan jalan, trotoar, gorong-gorong dan sebagainya," ujarnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ketua-dprd-kota-salatiga-dance-ishak-palit-tribunjatengcomm-nafiul-haris.jpg)