Ngopi Pagi
Fokus : Corona Oh Corona
Dalam Bahasa Spanyol, berarti mahkota. Pantas saja corona dijadikan nama salah satu mobil merek kondang produksi Jepang.
Penulis: sujarwo | Editor: Catur waskito Edy
Oleh Sujarwo
Wartawan Tribun Jateng
Corona sebuah nama yang indah. Dalam Bahasa Spanyol, berarti mahkota. Pantas saja corona dijadikan nama salah satu mobil merek kondang produksi Jepang.
Wajar pula jika nama itu mampu ‘mencuri” hati sastrawan WS Rendra (1935-2009). Lihat saja salah satu puisinya berjudul Rick dari Corona. Tapi bukan puisi berisi tentang keindahan. Rick dari Corona merupakan sindiran, rekaman momen-momen ironis.
Rick dari Corona tentang perselingkuhan. Tentang kehidupan bebas. Simak saja, seperti akhir baid puisi itu.
“Halo. Halo..Di sini Rick dari Corona..Dan Betsy juga di sini..Halo, Dokter..Kami harus disuntik sekarang juga..Kami kena raja singa.”
Kehidupan bebas menimbulkan penyakit yaitu rasa singa. Begitu antara lain pesan dari puisi tersebut.
Boleh jadi kontekstual, mengingat Rendra membuat puisi itu tahun 1970-an.
Ada yang bilang "masa setengah jadul” pada kisaran tahun 1970-1980. Mereka pacaran setelah dewasa. Biasanya mereka berganti-ganti pacar namun dengan jeda cukup lama.
Rendra memang sudah meninggal. Jika masih hidup, bisa jadi ia terinspirasi bikin puisi lagi terkait Corona. Mungkin saja soal perselingkuhan politik, atau lainnya.
Maklum, sekarang sedang heboh corona. Dan, lagi-lagi corona kali ini juga terkait penyakit.
Corona adalah virus yang pertama kali muncul dari daerah Wuhan, China pada Desember 2019. Virus ini bisa membuat orang sakit saluran pernapasan bagian atas dengan tingkat ringan hingga sedang, mirip dengan flu biasa. Gejalanya termasuk pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala dan demam.
Komisi Kesehatan China melaporkan, hingga Kamis (6/2/2020) kasus penyebaran virus corona tercatat 28.018 di seluruh dunia. Kasus baru di Wuhan tercatat bertambah 4.110. Dalam sehari, lebih dari 70 orang meninggal.
Mengutip AFP, kematian akibat virus corona di China secara total mencapai 562 dan di seluruh dunia tercatat 564 orang.
Heboh corona pun melanda negeri ini. Paling tidak di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. pada Minggu (2/2), warga demonstasi di kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Raden Sajad Saleh, Natuna untuk mengadang kedatangan 243 WNI yang dipulangkan dari Wuhan. Mereka menolak daerahnya dijadikan sebagai tempat observasi dan karantina.
Kemudian, pada Senin (3/2), warga kembali unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Natuna. Kali ini, mereka meminta tempat observasi ratusan WNI dari Wuhan itu dipindahkan ke kapal perang atau tempat lain.
Situasii kondusif, setelah Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono memastikan WNI yang diobservasi di Natuna dalam keadaan sehat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sujarwo-atau-pak-jarwo-wartawan-tribun-jateng_20171010_071937.jpg)