Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Pria Asal Boja Kendal Ditemukan Tewas di Semarang, Keluarga: Asam Lambung Korban Sering Kambuh

Pria ditemukan tewas di rumah Jalan Pusponjolo Timur Raya, Kelurahan Cabean, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Minggu (9/2/2020).

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Kapolsek Semarang Barat Kompol Iman Sudiyantoro bersama jajarannya mendatangi tempat kejadian penemuan mayat di Jalan Pusponjolo Timur Raya Kelurahan Cabean, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Minggu (9/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang pria ditemukan tewas di sebuah rumah di Jalan Pusponjolo Timur Raya, Kelurahan Cabean, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Minggu (9/2/2020) sekira pukul 05.00.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Semarang Barat Kompol Iman Sudiyantoro mendatangi tempat kejadian.

Identitas korban bernama Tri Budi Santoso (57) warga Desa Ngabean, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.

Korban sehari-hari bekerja sebagai sales sabun.

Dia sudah tinggal di Semarang bersama kakak korban yakni Pujowati (68) selama kurang lebih dua tahun.

Pochettino Ingin Kembali ke Inggris, Ambisi Gantikan Solskjaer di Manchester United

Uang Pemain Bali United Hilang, Pencuri Diduga Masuk Ruang Ganti, Paling Banyak Rp 500 Ribu

Gagal Menangkan Tantangan, Eks Pemain Persib Bandung Ini Tetap Berikan Rp 7 Juta

Viral Video Mesum di Gunung, Ini Tanggapan Pendaki Fiersa Besari dan Dzawin Nur

"Saat kejadian korban sendirian di rumah karena Pujowati sedang tinggal bersama anaknya di Perumahan Greenwood, Gunungpati, Semarang, " kata Kompol Iman kepada Tribunjateng.com, Minggu (9/2/2020).

Menurut Iman, pertama kali yang menemukan korban adalah Pujowati yang saat itu pulang dari rumah anaknya.

"Kakak korban juga memberikan keterangan, korban meninggal karena sakit menahun berupa asam lambung yang diderita."

"Parahnya selama satu bulan ini penyakit korban sering kumat," jelas Kapolsek.

Menurut Iman, korban terpaksa tidak dibawa ke rumah sakit karena tidak mampu untuk membayar biayanya.

Kemudian selama empat hari terakhir sakit korban semakin parah.

Selama sakit tersebut, selain kakak, adapula istri korban yang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun istri korban tidak satu rumah, melainkan bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal kakak korban.

"Korban tidak bisa jalan sehingga hanya berbaring dan tiduran di lantai."

"Bahkan buang kotoran juga di tempat tersebut," bebernya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved