Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Wabah DB Mulai Menjalar di Kendal, Dinkes Gencarkan Fogging di Beberapa Kecamatan

Wabah penyakit Demam Berdarah (DB) mulai merambah di wilayah Kabupaten Kendal. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal mencatat 22 kasus telah terjadi sejak

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Petugas Dinkes Kendal melakukan fogging di 4 RT Desa Ketapang Kecamatan Kendal Kota Kabupaten Kendal, Senin (10/2/2020) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Wabah penyakit Demam Berdarah (DB) mulai merambah di wilayah Kabupaten Kendal.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal mencatat 22 kasus telah terjadi sejak Januari-Februari.

Dari semula 7 kasus pada pertengahan Januari lalu mengalami kenaikan cukup signifikan menjadi 22 kasus pada beberapa kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kendal Ferinando Rad Bonay, mengatakan pihaknya mencatat 22 kasus penderita DB telah terjadi sepanjang 2020.

Meliputi desa-desa di beberapa Kecamatan seperti Singorojo, Gemuh, Cepiring, Boja, Kendal Kota, Kaliwungu, Kangkung, dan Sukorejo.

Menurutnya hal tersebut menjadi perhatian khusus pihak Dinas Kesehatan mengingat musim penghujan diprediksi masih berlangsung sepanjang Februari-Maret ke depan.

"Selain faktor kebersihan juga harus meningkatkan kesadaran diri untuk melakukan pencegahan, misalnya PSN. Ini akan jauh lebih efektif daripada pembernatasan melalui fogging," terangnya, Senin (10/2/2020) di kantor.

Sebelumnya pada 2019 lalu, sebanyak 185 kasus DB menyerang masyarakat Kendal, dan menewaskan seorang warga Kedungsuren Kecamatan Kaliwungu Selatan.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Kendal, Muntoha, menambahkan sebagai tindakan preventif pihaknya telah mengedarkan surat imbauan agar masyarakat sadar betul tentang pencegahan penyakit DB dengan meningkatkan kegiatan PSN.

Pihaknya juga telah menyiapkan fasilitas pelayanan kepada masyarakat berupa fogging sebagai langkah alhir pemberantasan nyamuk. Namun hal itu bukan menjadi solusi terbaik manakala PSN sendiri belum diterapkan pada masing-masing warga.

"Sebenarnya fogging bersifat memberantas saat itu saja yaitu nyamuk-nyamuk induk atau dewasa bukan mencegah dan antisipasi selanjutnya. Jadi perlu ada tindak lanjut dalam hal kebersihan," terang Muntoha.

Haryono Penanggungjawab Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P3M) bagian fogging Dinkes Kendal, menuturkan setidaknya sudah 30 tempat di Kendal dilakukan fogging sejak Januari 2020.

Terakhir hari ini, Senin (10/2/2020) di Kelurahan Ketapang Rt 23-26 Rw 8 Kecamatan Kendal Kota. Aksi foggingnya dilakukan setelah mendapat laporan dan permintaan terdapat 2 orang anak terjangkit DB dalam 2 pekan terakhir.

"Kali ini kita fogging di Rw 8 setelah dapat kabar ada yang terjangkit. Sudah kita lakukan sesi pertama pekan lalu dan ini yang kedua," terangnya.

Lima tenaga fogging berangkat sejak pukul 05.00 pagi. Mereka bergerak menyemprotkan asap sebelum matahari muncul.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved