Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Aktivasi Jalur Kereta Api Lama Jadi Alternatif Pengiriman Logistik Via Darat

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas ikut berkomentar tentang usulan dari asosiasi mengenai sistem logistic daerah

Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Suasana Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas Semarang, Kamis (6/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas ikut berkomentar tentang usulan dari asosiasi mengenai sistem logistic daerah (Silogda) yang diajukan ke Pemprov Jateng.

Di mana terdapat sejumlah usulan mengenai pengiriman logistik via udara, serta revitalisasi jalur kereta untuk mempermudah pengiriman barang.

Dijelaskan Anton Martin, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas, asosiasi harus bisa meyakinkan pihak penerbangan pesawat kargo agar mau membuka rute baru.

Alhamdulillah, Baim Wong Akhirnya Bertemu Nurul Sopir Angkot Semarang Viral : The Power +62

Baim Wong Lunasi Utang Nurul Sopir Angkot di RSUP Kariadi: Almarhumah Bisa Tenang Sekarang

Impian Nurul Sopir Angkot Viral Terwujud, Akhirnya Bertemu Walikota Hendi: Insya Allah Saya Jalankan

9 Preman Eks Terminal Terboyo Semarang Diciduk Polisi

"Yang dikeluhkan penerbangan kargo dari Singapura ke Jateng hanya satu dengan batasan load barang 16 ton, sebenarnya untuk solusinya hanya satu yaitu bagaimana bisa menyakinkan pihak airlines atau pesawat kargo agar membuka rute," paparnya, Selasa (11/2/2020).

Dilanjutkan Anton, semua stakeholder harus maju bersama untuk menyampaikan potensi daerah, termasuk peluang profit ke airlines.

"Harus ada sinergi untuk menyelesaikan permasalah itu, karena Jateng didukung konektivitas logistik yang cukup baik dengan pembangunan infrastruktur, dan modal itu bisa untuk pemicu pertumbuhan ekonomi di Jateng," katanya.

Terkait pengaktifan jalur KAI, Anton menerangkan jalur kereta sebagai salah satu penghubung gerbang lalu lintas impor ekspor baik dari pelabuhan dan bandara, yang bisa dijadikan pilihan moda transportasi darat.

"Jika diaktifkan tentunya berdampak baik bagi bisnis logistik, karena manjadi alternatif bagi pelaku usaha terutama untuk konektivitas logistik.

Tinggal bagaimana pelaku usaha menghitung waktu serta cost-benefitnya," imbuhnya.

Terpisah Kirbiantoro Humas Daob IV PT KAI menambahkan, Kai mendukung pengaktifan jalur kereta lama.

"KAI sebagai operator akan membantu sesuai tupoksinya, namun untuk menghidupkan jalur yang sudah lama tidak aktif dibutuhkan peran serta Pemda serta Pemerintah Pusat," tambahnya. (bud)

Asperindo Sebut Hanya 1 Penerbangan Pesawat Kargo Rute Singapura Semarang

RSUD Salatiga Sebut Jenazah Korban Kecelakaan di Klero Tengaran Sudah Dipulangkan

Sumur Pipa di Krendowahono Karanganyar Keluarkan Api dan Air Terasa Asin

Kasihan, Nenek Buta Huruf di Demak Ini Terancam Kehilangan Sawah Meski Sudah Dimenangkan Pengadilan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved