Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Wonosobo

Sioux Ajarkan Tangani Ular dengan Sapu dan Cikrak Saat Gropyok Sarang Ular Kobra di Wonosobo

Warga Desa Kedalon, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo, resah oleh keberadaan ular kobra di areal bekas pabrik Solar Park, di desa setempat.

TribunSolo.com/Agil Tri
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO -- Warga Desa Kedalon, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo, resah oleh keberadaan ular kobra di areal bekas pabrik Solar Park, di desa setempat.

Lokasi bekas pabrik itu memang cocok untuk habitat ular kobra.

Area itu banyak ditumbuhi semak.

Ada pula tumpukan kayu, serta gorong-gorong yang membuat reptil nyaman bersarang di area tersebut.

Camat Kalikajar, Bambang Tri mengungkapkan, sudah ada beberapa laporan warga yang melihat adanya ular, terutama jenis kobra dan king cobra.

Bahkan ada ular yang masuk ke areal perkebunan dan rumah warga.

Oleh karena keberadaan ular semakin meresahkan, pemerintah sampai mengambil tindakan.

Tim gabungan dibentuk terdiri atas Kecamatan Kalikajar, Koramil Kalikajar, Polsek Kalikajar, dan Perangkat Desa Kedalon bersama Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Jogonegoro Kalikajar, dan Komunitas Pecinta Reptil Wonosobo Timur, berjumlah lebih kurang 75 orang.

Mereka menggelar gropyok sarang ular kobra di areal bekas pabrik kemarin, Selasa (11/2) lalu. Kegiatan itu dipandu oleh Snake Handler Sioux dari Magelang. yang biasa menangani ular berbisa.

Tim gabungan menyisir seluruh areal bekas pabrik dan sekitarnya untuk memburu kobra.

Setelah penelusuran selama lebih kurang empat jam, tim gabungan akhirnya berhasil menangkap tiga ekor ular kobra dengan ukuran antara 0,5 hingga 1 meter. Beberapa lubang tanah yang diduga merupakan sarang ular kobra mereka timbun.

“Meskipun belum memenuhi target jumlah ular yang ditangkap, namun kegiatan yang kami laksanakan ini membuktikan kerja sama dan kepedulian kita semua,” jelas Bambang.

Snake Handler Sioux dari Magelang juga memberikan sosialisasi penanganan penemuan ular kepada masyarakat awan di halaman kantor Desa Kedalon.

Warga diberi pelatihan singkat cara menangani ular yang masuk areal pemukiman menggunakan alat-alat sederhana, semisal sapu, cikrak, ember maupun kardus bekas.

Mereka juga diberi arahan tentang tata cara memberikan pertolongan pertama kepada orang yang digigit ular.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved