Berita Internasional

Ancam Saling Serang, Rusia Kembali Ingatkan Turki Soal Perjanjian 2018

Ancaman serius yang bisa saja bakal menjadi kenyataan pada akhir bulan ini diberikan Pemerintah Turki kepada Suriah.

Editor: deni setiawan
Adem ALTAN / AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev meninjau penjaga kehormatan dalam upacara penyambutan di Kompleks Presiden di Ankara, Turki pada 19 Februari 2020. 

TRIBUNJATENG.COM, MOSKWA - Ancaman serius yang bisa saja bakal menjadi kenyataan pada akhir bulan ini diberikan Pemerintah Turki kepada Suriah.

Pasca ancaman itu, Pemerintah Rusia pun angkat bicara.

Rusia memberikan peringatan setelah sebelumnya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam bakal menyerang Suriah jika tak menarik pasukan mereka.

Satu Warga Pekalongan Meninggal, Tak Sadar Seusai Terjatuh, Hendak Ambil Gayung di Depan Rumah

Begini Perlakuan Ronaldo Kepada Georgina Layaknya Istri, Wanita Manapun Juga Mudah Terpikat

Cerita Basari Dapat Rekom PKB, Selasa Dikabari via Telepon, Berangkat ke Jakarta Bersama Ngesti

Kremlin merupakan sekutu utama Presiden Bashar al-Assad, dan membantu Damaskus untuk menggamit satu demi satu wilayah yang dikuasai pemberontak.

Dalam pertemuan politisi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di parlemen, Erdogan mengancam agar Suriah menarik pasukannya di belakang militer Turki.

Ankara yang mendukung sejumlah kelompok pemberontak, dibuat berang setelah Damaskus menggelar serangan di Idlib, basis terakhir penentang pemerintah.

Dalam dua pekan, setidaknya ada 13 tentara Turki gugur diserang Suriah, dengan Ankara membalas dan mengklaim banyak korban jiwa dari musuh.

Jika tidak, mantan Wali Kota Istanbul periode 1994 sampai 1998 itu bakal mengerahkan tentara dan menggelar operasi militer pada akhir bulan.

Menanggapi ancaman itu, Rusia melalui juru bicara pemerintah Dmitry Peskov menuturkan agar Ankara tak coba-coba menyerang Assad.

Hasil Liga Inggris - Hadapi West Ham United, Sundulan Rodri Hernandez Menangkan Manchester City

Media Singapura Soroti Posisi Baru Indra Sjafri, Dianggap Lebih Cocok Dampingi Shin Tae-yong

Persijap Jepara Vs Persekat Tegal - Panpel Siapkan 10 Tiket, Dipastikan Kick Off Pukul 19.00

"Jika yang dibicarakan adalah serangan terhadap pemerintahan maupun pasukan sah Suriah, maka tentu saja akan menjadi skenario terburuk," tegas Peskov.

Diwartakan AFP melalui Kompas.com, Kamis (20/2/2020), Moskwa tidak akan menghalangi Turki jika yang disasar adalah "kelompok teroris" di Idlib, sesuai kesepakatan mereka.

Dia merujuk kepada perjanjian dua negara di 2018.

Dimana mereka sepakat melaksanakan zona demiliterisasi di wilayah Idlib.

Dalam wilayah tersebut, baik Erdogan maupun Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat untuk melenyapkan "kombatan radikal" dari Idlib.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved