Breaking News:

Berita Kecelakaan

Ini Pesan Korban Kecelakaan Tertimpa Truk Molen di Semarang Sebelum Meninggal ke Anaknya

Rumah Almarhum Yatno, korban kecelakaan truk molen tampak ramai oleh para petakziah di jalan Borobudur IV Rt 5 Rw 14 Kelurahan Purwoyoso

Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Kondisi terkini Molen Hantam Gapura dan Pengendara Motor di jalan sriwibowo Semarang, Rabu (19/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rumah Almarhum Yatno, korban kecelakaan truk molen tampak ramai oleh para petakziah di jalan Borobudur IV Rt 5 Rw 14 Kelurahan Purwoyoso, Kamis (20/2/2020).

Rencana jenazah akan di makamkan di Pemakaman umum Krapyak Semarang pukul 11.00 WIB.

Anak Almarhum, Wanto (37) mengatakan saat ini ibunya masih sangat syok atas kejadian yang menimpanya sehingga tidak bisa ditemui oleh orang di luar kerabat.

Detik-detik Pemotor Tewas Tertimpa Truk Molen di Candi Semarang, Kernet: Rem Blong

Bocah Yatim Piatu Curi Kotak Amal Masjid di Pedurungan Semarang, Kompol Eko: Kondisinya Sangat Miris

Namanya Sempat Dipanggil Lewat Pengeras Suara, Ternyata Kadus di Wonosobo Tewas Tertimbun Longsor

Hubungan Terlarang Terkuak Gara-gara Tangisan Bayi, Ditemukan Warga di Warung Ringroad Mojosongo

"Saya saja sebagai anak belum sempat mengobrol dengan ibu," katanya kepada tribunjateng.com.

Dia menerangkan pihak keluarga sudah ikhlas atas kejadian yang menimpa ayahnya.

"Saya dan keluarga iklhas karena semua sudah ketentuan Allah SWT," ujarnya.

Namun, Wanto masih terkenang kepada sosok ayahnya, tidak ada tanda-tanda khusus sebelum ayahnya meninggal.

"Hanya saja beberapa hari lalu saat saya dan keluarga bersilaturahmi ke rumah Bapak, dia bilang kepada anak saya, pesannya agar mau mengurus dia kalau sudah tidak bisa jalan," kenangnya sambil mengusap air mata.

Wanto tahu betul ayahnya adalah sosok bertanggungjawab. Semasa muda sudah bekerja keras sebagai tukang servis Radiator mobil dan truk.

"Bapak sangat peduli dengan keluarga," katanya.

Bahkan di hari terakhirnya, lanjut wanto, di sela kerja almarhum menjemput istrinya, Yumiatun yang habis terapi di daerah Hanoman.

Lalu sempat mampir ke PLN Purwoyoso untuk membayar listrik. Setelah itu, almarhum dan istri bermaksud pulang ke rumah melewati jalan pintas di perkampungan Jalan Sriwibowo VIII Kelurahan Purwoyoso dan terjadilah insiden kecelakaan tersebut.

Dikatakanya, Almarhum sempat menyuruh istrinya untuk berlari karena ada truk oleng menuju arah mereka. Tetapi almarhum tidak sempat berlari menyelamatkan diri.

"Saat dikabari kalau Bapak kecelakaan, saya langsung pulang ke rumah. Saat lewat kawasan Candi saya sempat lihat kecelakaan itu, tapi saya urung mampir karena ingin cepat sampai di rumah," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved