Berita Semarang
Dyas Sabet Penghargaan Puteri Persahabatan Jawa Tengah 2020
Nadya Salma Alya Shofia siswi kelas VIII di SMP Hj. Isriati Semarang baru saja memenangi ajang kompetisi Putri Remaja Jateng 2020.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Siswi ini punya keberanian tampil di depan umum dan mengantongi banyak prestasi.
Adalah Nadya Salma Aya Shofia siswi kelas VIII di SMP Hj. Isriati Semarang baru saja didaulat menjadi Puteri Persahabatan di kompetisi Puteri Remaja Jateng 2020.
Kompetisi yang diselenggarakan Derry Dahlan Foundation diikuti siswa SMP/SMA se Jawa Tengah, Minggu (16/2/2020) di Taman Indonesia Kaya di Kota Semarang.
Bukan hanya prestasi tersebut, dia sebelumnya pernah menyabet gelar juara III pada perlombaan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) untuk kategori lomba Story Telling tingkat Jawa Tengah.
Pada perlombaan Teuku Umar Cup tingkat Jawa Tengah, Dyas mendapatkan juara III.
Remaja kelahiran Pati, 28 September 2005 itu merupakan putri dari pasangan Ahmad Suudi dan Luluk Elyana.
Kedua orangtua Dyas memberikan support atas kompetisi yang dia ikuti dan bangga akan prestasi yang didapatkan.
"Jadi, untuk lomba Pemilihan Puteri Jawa Tengah itu aspek penilaiannya aspek kedisiplinan, adu bakat, kepribadian, tata krama, dan kesopanan. Rangkaian lombanya mulai pendaftaran online, audisi, semifinal, dan grandfinal,” kata Dyas, yang juga Ketua OSIS periode 2019-2020 di SMP H. Isriati Semarang itu.
Bagi Dyas, menjadi ketua OSIS merupakan pengalaman mengasah leadership secara langsung. Selain itu juga punya banyak pengalaman berorganisasi di OSIS.
Kebetulan teman-temannya juga mendukung kepemimpinan dia sebagai ketua OSIS.
Dyas mengungkapkan, menjadi ketua OSIS membuatnya mempunyai teman banyak.
Dia juga mendapatkan koneksi yang luas.
Jadi seorang pemimpin merasakan ada tantangan yang harus dihadapi, yaitu memikul tanggung jawab besar.
"Misalnya, kalau ada anggota OSIS yang melakukan kesalahan pasti yang pertama disalahkan adalah ketua terlebih dahulu. Jadi, pernah ada siswa bukan anggota OSIS melanggar aturan sekolah tapi bawa-bawa nama OSIS, jadi ikut kena marah dari guru. Akhirnya bisa diselesaikan bersama," kata Dyas yang juga pemain keyboard Band Hj. Isriati Semarang.
Sebagai ketua OSIS, Dyas sadar betul dia bukan entitas tunggal sebagai pemimpin.
Baginya ketika ada masalah, dia tidak kerja sendiri.
Dia meminta pendapat pengurus OSIS lain, anggota lain memberikan pendapat.
Jadi, baginya ada pendapat masukan itu bisa saling melengkapi dan kerjasama tim.
Meski sibuk kegiatan dan selaku ketua OSIS, prestasi akademik Dyas tetap bagus.
Bagaimanapun tugas utama seorang pelajar adalah belajar.
Dia bisa membagi waktu dengan baik antara kegiatan luar sekolah dan di sekolah. (kan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/putri-remaja-jateng-2020.jpg)