Kuliner Tegal
Segarnya Dawet Beras Bu Solikha Pasar Pagi Tegal, Pakai Irisan Jeruk Purut
Dawet beras, yaitu dawet yang berbahan dasar dari tepung beras, merupakan kuliner populer bagi warga Tegal sejak puluhan tahun lampau.
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Dawet beras, yaitu dawet yang berbahan dasar dari tepung beras, merupakan kuliner populer bagi warga Tegal sejak puluhan tahun lampau.
Dawet khas Tegal ini mempunyai ciri berwarna putih, kemudian kuahnya berwarna coklat dari gula jawa asli.
Dawet beras biasa dinikmati ketika cuaca sedang panas di siang hari bolong.
Dikunyah terasa kenyal, rasanya segar dan manis.
• Di Dalam Tanah Sudah Mirip Bubur, Peringatan Bupati Batang: Waspada Warga Desa Jolosekti
• Wajah Anggota TNI AD Gadungan Diamankan di Polsek Semarang Barat, Ternyata Buronan Kasus di Grobogan
• Rekomendasi PDIP Segera Diberikan Megawati Soekarnoputri, Gibran: Bismillah Saja
• Ini 6 Desa yang Akan Dilewati Tol Purwokerto-Purbalingga, Dibangun Setelah Trase Tol Brebes-Cilacap
Penjual dawet beras di Tegal juga biasa menambahkan jeruk purut guna memperkuat aroma dan rasa yang khas dari minuman ini.
Satu di antaranya Solikha (60), yang sudah berjualan puluhan tahun di Pasar Pagi.
Sejak dahulu dagangannya tak pernah pindah, menetap di dalam pasar ini.
“Selain dawet beras, juga ada dawet aci yang berwarna hijau.
Warna hijau didapat dari perisa daun pandan,” ucapnya kepada TribunJateng.com, Jumat (14/02/2020).
Dawet aci terbuat dari tepung aci yang diolah..
Kuahnya berwarna coklat muda dari bahan dasar santan dan gula jawa.
Menurutnya, dawet beras cocok diminum dengan tambahan nangka atau tapai.
Satu porsi dawet beras putih dan hijau maupun dawet aci berharga Rp 2.000 - Rp 5.000, tergantung permintaan pembeli.
Walaupun lapak dagangannya kecil dan sedikit tersembunyi, soal rasa cukup terkenal di kalangan pelanggannya.
Nur Asiah (47) misalnya, telah menjadi pelanggan dawet beras Bu Solikha sejak masih sekolah hingga sekarang.