Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

Pemkab Pekalongan Targetkan Tahun Ini 1.300 Anak Harus Kembali Sekolah

Pemerintah Kabupaten Pekalongan pada tahun 2020, menargetkan sebanyak 1.300 anak yang tidak sekolah (ATS), bisa kembali bersekolah dengan pendekatan p

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m nur huda
Istimewa
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat membuka lokakarya penguatan koordinasi lintas sektor di tingkat kecamatan dan desa yang digelar di aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Jumat (28/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan pada tahun 2020, menargetkan sebanyak 1.300 anak yang tidak sekolah (ATS), bisa kembali bersekolah dengan pendekatan program Kembali Upayakan Dukungan untuk Sekolah (Kudu Sekolah).

"Tahun 2019 jumlah anak yang putus sekolah ada 4.346, dan yang bisa kita masukkan ke sekolah lagi sekitar 380 anak."

"Pada tahun 2020 kita targetkan melalui program Kudu Sekolah sebanyak 1300 naak bisa kembali mengenyam pendidikan," kata Bupati n Asip Kholbihi saat membuka lokakarya penguatan koordinasi lintas sektor di tingkat kecamatan dan desa yang digelar di aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Jumat (28/2/2020).

Main Ke Kos Pacar, Gadis 16 Tahun Digilir Tiga Pemuda di Semarang, Satu Pelaku Masih Buron

Cerita Jemaah Asal Indonesia Berhasil Umroh, Tapi Tak Ada Jaminan Boleh ke Madinah

Pembunuh Driver Grab Kudus Ditangkap di Yogyakarta, Honda Jazz Milik Korban Juga Ditemukan

Pesan Rektor UTP untuk Amirudin Mahasiswa Penjual Sayur Wisuda

Bupati Asip menjelaskan, untuk mengajak agar anak-anak bisa sekolah bukanlah pekerjaan yang mudah. Harus punya, kesabaran tersendiri atau telaten karena permasalahan kenapa mereka tidak sekolah cukup bervariatif.

"Makanya, dalam pembentukan tim gerakan Kudu Sekolah perlu melibatkan semua komponen masyarakat, mulai dari organisasi pemuda, kemasyarakatan, agama, dan lain-lain. Untuk tingkat Kabupaten Pekalongan dipimpin oleh Ketua Tim Penggerak PKK, sedangkan tingkat kecamatan maupun desa diketuai oleh camat dan lepala desa," jelasnya.

Dijelaskan bupati, Pemkab punya obsesi seluruh anak yang semestinya duduk di bangku sekolah harus menikmati pendidikan.

Menurut Asip, ada beberapa hambatan yang menyebabkan anak tidak bersekolah diantaranya hambatan kultural, psikologis dan ekonomi.

"Untuk hambatan kultural masyarakat kita banyak yang berpandangan tidak sekolahpun bisa jadi bos. Hambatan psikologis anak mengalami perundungan atau bully, dan hambatan ekonomi yang akan kita cari solusi melalui kebijakan afirmasi yang akan kita carikan biaya dari berbagai sumber," ungkapnya.

Bupati Asip menambahkan, pendidikan adalah modal utama untuk mencapai derajat kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Dan itu menjadi tanggungjawab pemerintah.

"Pemkab sudah punya grand designnya, sehingga target tahun 2022 maksimal seluruh anak tidak sekolah (ATS) di Kota Santri bisa kembali ke sekolah baik sekolah formal maupun non formal," tambahnya. (Dro) 

Hasil Lengkap Liga Inggris: Kekalahan Perdana Liverpool dan Kegagalan Chelsea Raih Kemenangan

Hasil Liga Inggris Tadi Malam: Chelsea Gagal Petik Kemenangan dari Kandang Bournemouth

Hasil Liga Inggris Tadi Malam: Liverpool Alami Kekalahan Perdana dengan Skor Pahit di Liga Inggris

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved