Berita Video
Video Talut Longsor di SDN Kalibanteng 02 Semarang Belum ditonton•1 Mar 2020 0 0
Talut di sebelah timur SDN Kalibanteng Kidul 02, Jalan Taman Sri Rejeki Kelurahan Kalibanteng Kidul, Kecamatan Semarang Barat, mengalami longsor
Penulis: iwan Arifianto | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video talut longsor di SDN Kalibanteng 02 Semarang
Talut di sebelah timur SDN Kalibanteng Kidul 02, Jalan Taman Sri Rejeki Kelurahan Kalibanteng Kidul, Kecamatan Semarang Barat, mengalami longsor pada Sabtu (29/2/2020) pukul 19.00 WIB.
Material longsor berupa tanah dan batu menutupi halaman sekolah hingga 5 meter.
Seorang warga, Suwarno (68), mengatakan kaget dengan kejadian ini.
enurutnya, talut milik kelurahan tersebut baru saja dibangun sekira 6 hingga 8 bulan lalu.
"Suara longsoran terdengar keras, seperti tabrakan mobil," katanya kepada Tribunjateng.com, Minggu (1/3/2020). .
Setelah diperiksa oleh warga, ternyata talut sepanjang 20 meter dengan tinggi 10 meter itu longsor ke arah halaman sekolah SD Kalibanteng Kidul 02.
Dia mengaku bersyukur kejadian tersebut terjadi pada malam hari.
Saat pagi hari, halaman sekolah tersebut digunakan untuk upacara bendera atau aktivitas bermain para pelajar.
"Kalau setiap hari Senin di bawah ada anak-anak SD upacara.
Arah material longsor yang jatuh itu tepat mengarah ke tempat biasa anak upacara.
Tidak bisa dibayangkan kalau terjadi waktu pagi," katanya.
Warga lain, Muhammad Syamsul (55), menuturkan longsor terjadi saat kondisi gerimis.
Sebelumnya dari asar hingga maghrib telah diguyur hujan deras.
Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.
"Sebelum adzan isya longsor terjadi.
Beruntung mobil saya yang terparkir di dekat talut tidak ikut jatuh ke bawah.
Ban belakang sisi selatan sudah menggantung," terangnya.
Syamsul dibantu warga lain mendorong mobilnya ke tempat yang lebih aman.
Kemudian longsoran itu ditandai bambu dan kayu agar tidak membahayakan warga sekitar.
Pasalnya, jarak talut yang longsor dengan jalan umum hanya berjarak tidak kurang dari 1 meter.
"Jalan umum juga mengalami juga retak.
Semoga ada tindak lanjut dari pihak terkait agar tidak membahayakan warga setempat," katanya.
Warga lain, Toha (70) menambahkan talut memang belum lama dibangun tapi sisi talut paling bawah sudah lama dibuat.
"Kalau pondasi bawah sudah lama dibangun, namun yang sisi atas memang belum lama," jelasnya.
Kendati demikian, para warga di lingkungan setempat berharap pihak terkait untuk segera berkoordinasi dan memperbaiki talut.
Sebab melihat kondisi talut yang curam apalagi berada di dekat pemukiman warga sehingga mengancam keselamatan warga sekitar terutama anak-anak.
Relawan Sarda Jateng, Ari Wibowo menjelaskan pihaknya bekerjasama dengan BPBD Kota Semarang telah memasang terpal di lokasi kejadian agar tidak terjadi longsor susulan.
Hujan deras masih mengguyur dan kondisi tanah rentan terjadi longsor kembali.
Ditaksir kerugian akibat longsor hingga puluhan juta rupiah.
"Kami masih memantau lokasi longsor, besok Senin kami bakal melakukan pembersihan material longsor," jelasnya.
Relawan BPBD Kota Semarang dan SAR Jateng masih berada di tempat tersebut.
Garis polisi terpasang di sekitar lokasi.
Terpal sepanjang 20 meter dengan tinggi 6 meter telah menutupi talut. (iwn)