Berita Solo
Antisipasi Corona, Rektor UNS Solo Imbau Perjalanan ke Luar Negeri Ditunda
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jamal Wiwoho, mengeluarkan surat edaran untuk menanggapi merebaknya wabah virus Corona.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jamal Wiwoho, mengeluarkan surat edaran untuk menanggapi merebaknya wabah virus corona atau coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang telah melanda puluhan negara di dunia.
Dalam surat edaran bernomor 1231/UN27/HK/2020 tentang 'Kewaspadaan Dini Terkait Wabah Virus Corona (COVID-19)' tersebut, terdapat lima imbauan penting, satu di antaranya adalah imbauan Rektor UNS kepada civitas akademika UNS untuk menunda perjalanan ke luar negeri.
"Kami mengimbau seluruh civitas akademika UNS agar menangguhkan perjalanan ke luar negeri untuk keperluan yang dapat ditunda, terutama di negara-negara terdampak COVID-19," kata Jamal, Senin (2/3/2020) di Kantor Humas UNS.
• 2 WNI Positif Corona, Ahli Terkejut Hasil Penelitian Manusia yang Rentan Meninggal Karena Covid-19
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! Izin pada Istri Akan Mandi, Kasori Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
• Seorang Remaja Perempuan Diduga Bunuh Diri di Sebuah Hotel di Kota Semarang
• Isi Chattingan Driver Ojol dengan Istri Sebelum Nekat Bakar Diri Bersama Anaknya, Sempat Bawa Racun
Dalam surat edaran tersebut juga dikatakan bila terdapat kunjungan ke luar negeri yang sangat penting dan harus dilakukan, maka perlu mendapatkan izin tertulis terlebih dahulu dari Rektor UNS atau pejabat lain yang ditunjuk rektor.
Selain mengimbau untuk menunda sementara perjalanan ke luar negeri, Rektor UNS juga mengimbau kepada civitas akademika UNS yang baru saja berpergian dari negara terdampak COVID-19.
Seperti Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, dan Italia untuk mengurangi interaksi dengan orang lain, termasuk dengan anggota keluarga untuk sementara waktu.
"Yang baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri, terutama Tiongkok, Korea, Jepang, Singapura, Australia, Malaysia, Vietnam, Thailand, India, Amerika Serikat, Kanada, Italia, Jerman, Perancis, Inggris, Iran, UEA, Bahrain, Kuwait, dan Belanda, harap membatasi diri (self-isolated) dengan Civitas UNS lainnya maupun dengan anggota keluarga atau rumah tangga selama 14 hari sejak kepulangannya ke Indonesia," kata Jamal.
Bila selama kurun waktu 14 hari tersebut terdapat Civitas Akademika UNS yang mengalami demam, batuk, pilek, dan gejala COVID-19 lainnya, Rektor UNS mengimbau agar segera memeriksakan diri ke RS UNS atau RSUD dr Moewardi Solo untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan intensif lebih lanjut.
Imbauan rektor tersebut tidak hanya ditujukan bagi civitas akademika UNS yang hendak pergi ke luar negeri atau pulang dari luar negeri saja.
Namun imbauan tersebut juga ditujukan bagi seluruh unit kerja dan mahasiswa yang melakukan aktivitas di dalam kampus UNS.
Rektor mengimbau agar Civitas Akademika UNS terus membiasakan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS), misalnya mencuci tangan dengan sabun (alcohol based hand rub/ hand sanitizer), mengonsumsi makanan sehat, menggunakan masker, dan meminimalkan kegiatan di keramaian yang kurang diperlukan. (goz)
• Pengakuan Pria Karanganyar yang Teror Artis Syifa Hadju, Ungkap Alasan Isi Terornya Makin menjadi
• Makan Sepuasnya Bayar Seikhlasnya, Kedai Viral Milik Ferdiansyah di Kartosuro, Begini Awal Kisahnya
• Awalnya Kayak Suara Batu Kecil Jatuh, Ungkap Saksi Mata Ceritakan Amblesnya Ruko Jompo Jember
• Benarkah Pelaku Pembunuhan Sopir Grab Kudus Anggota TNI Desersi? Begini Kata Kapendam Diponegoro
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hasil-sbmptn-uns-2019.jpg)