Berita Semarang
Para Korban Penipuan Sales Mobil di Semarang Tampak Lesu, Ada yang Curhat Soal Belanja Online
Tiga korban penipuan tampak lesu ketika keluar dari ruang SPKT Polrestabes Semarang, Senin (2/3/2020)
Penulis: iwan Arifianto | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tiga korban penipuan tampak lesu ketika keluar dari ruang SPKT Polrestabes Semarang, Senin (2/3/2020)
Mereka adalah korban dari terduga pelaku penipuan berinisial RL (36) oknum sales mobil di Semarang
Selain karena harus menempuh perjalanan yang lumayan jauh karena mereka berasal dari Rembang, Wonosobo dan Kendal.
Mereka juga harus menelan rasa pahit karena uang tabungan mereka yang seharusnya sudah digunakan untuk kredit mobil lenyap digondol RL.
• 2 WNI Positif Corona, Ahli Terkejut Hasil Penelitian Manusia yang Rentan Meninggal Karena Covid-19
• Ternyata Maia Sudah Lama Promosikan Tiara Idol ke Dul Jaelani, Bilang Ini Soal Gadis Jember
• Kronologi Preman Keroyok Prajurit TNI di Pasar Gara-gara Ayam, Polisi Sita Celana Berlumuran Darah
• Ayu Ting Ting Dikabarkan Tahun Ini, Sempat Geram Saat Disinggung soal Mantan Suami
Seorang korban, Alfiatun Nisa berencana membeli mobil bekas di dealer Semarang untuk kebutuhan keluarganya.
"Kami ada rezeki hasil kerja keras selama bertahun-tahun, lalu berencana membeli mobil bekas utuk investasi sekaligus keperluan keluarga jika membutuhkan mobil dari pada merental," katanya kepada Tribunjateng, Senin (2/3/2020).
Diterangkan Alfiatun, sejak awal sebenarnya kurang setuju dengan rencana suaminya membeli mobil via online.
"Saya anti belanja online, dari dulu kalau mau membeli sesuatu harus secara langsung atau melalui teman yang sudah dipercaya. Apalagi ini mau beli mobil yang harganya tidak murah meskipun bekas," tuturnya.
Namun, kali ini Alfiatun terpaksa menuruti kemauan suaminya lantaran harga mobil yang ditawarkan cukup murah.
"Saya sudah agak tidak percaya tapi karena suaminya kekeh ya terpaksa saya turuti.
Betul ternyata kami tertipu, namun semua sudah terjadi sekarang kami fokus menyelesaikan persoalan hukum yang kami tempuh," jelasnya.
Korban lain, Ernawati (26) menjelaskan telah menabung sedikit demi sedikit dari penghasilan jualan aksesoris dan jadi asisten rias pengantin untuk membayar uang muka mobil.
"Mengajukan kredit mobil dengan harapan untuk tambahan penghasilan suami yang akan jadi driver online," kata satu korban asal Kendal ini.
Senada, Antok juga merasa hal yang sama, uang sebesar Rp 15 juta yang dia serahkan ke terduga pelaku RL adalah uang hasil tabungan dari usahanya.
Antok berencana kredit mobil digunakan untuk anaknya yang masih kuliah di Yogyakarta.