Wabah Virus Corona
Surabaya Timbun Masker Sejak Januari, Ini Penjelasan Risma
Berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya virus corona di Kota Surabaya.
TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya virus corona di Kota Surabaya.
Salah satunya adalah menimbun stok masker.
Hal itu disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
• Pria Ini Mengaku Tak Bawa Perempuan ke Kamar Hotel, Ketahuan Satpol PP Kendal Si Cewek Lagi Ngumpet
• Prediksi Chelsea Vs Liverpool FA Cup 2020 Malam Ini, Susunan Pemain, H2H dan Live Streaming
• Jadwal Leg 2 Liga Champion, Juventus, Real Madrid dan Liverpool Terancam Tak Lolos Perempat Final
• Peruntungan Shio Besok Rabu 4 Maret 2020, Tahun Tikus Logam Imlek 2571
Risma mengatakan, sejak Januari 2020 lalu, ia telah memerintahkan jajarannya untuk mencari persediaan masker, jauh sebelum adanya dua WNI yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
"Sebetulnya saya sudah nimbun masker.
Sejak Januari lalu, saya sudah nimbun," kata Risma, di Tropical Disease Center, Unair, Surabaya, Selasa (3/3/2020).
Penimbunan masker di Surabaya, sengaja dilakukan Risma setelah mengetahui virus corona mewabah di Kota Wuhan, China.
Namun, penimbunan masker itu memang sengaja tak disampaikan ke publik.
Sebab, ia khawatir masyakat Surabaya akan panik mendengar itu.
"Begitu ada kejadian (virus corona mewabah) di Wuhan, China, saya langsung stok (masker).
Saya enggak ngomong supaya warga enggak panik," ujar Risma.
Nantinya, apabila wabah virus corona ini semakin meluas dan kondisi di Surabaya memburuk, Pemerintah Kota Surabaya, kata Risma, baru akan membagikan masker itu kepada seluruh warga Kota Surabaya.
"Nanti kalau harus dikeluarkan, kami keluarkan," kata Risma.
Menurut Risma, Kota Surabaya masih aman dari virus corona.
Karena itu, masyarakat tidak perlu menggunakan masker apabila tidak merasakan gejala-gejala seperti batuk, pilek, nyeri kepala dan sesak napas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mata-risma-berkaca-kaca-ingat-orangtua-saat-dihina-seperti-kodok-penonton-hening.jpg)