Wabah Virus Corona
Dampak Virus Corona, Harga Masker di Kota Salatiga Naik 100 Persen
Harga masker yang di apotik yang masih memiliki stok pada wilayah Kota Salatiga mengalami kenaikan hingga 100 persen dibandingkan biasanya.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Harga masker yang di apotik yang masih memiliki stok pada wilayah Kota Salatiga mengalami kenaikan hingga 100 persen dibandingkan biasanya.
Farmasi Manager Kimia Farma Kota Salatiga Paulina Ambarsari mengatakan kenaikan harga masker selain dipicu wabah virus Corona yang positif menjangkiti dua warga Depok, Jawa Barat lantaran produsen turut menaikkan harga.
"Sebelumnya harga masker per pack dengan isi 50 buah kami jual Rp 25 ribu sekarang menjadi Rp 50 ribu.
• Mengharukan: Seorang Ibu Histeris Melihat Anaknya yang Masih PAUD Terlindas Trailer di Depannya
• KSAD Andika Perkasa Bengong Tahu Alasan Pria Ini Masuk TNI, Fisik Diragukan, Kaget Tahu Keahliannya
• Baim Wong Dapat WhatsApp dari Pencuri Motornya yang Kini di Penjara: Saya Nggak Bales
• Reaksi Nagita Slavina Melihat Tingkah Raffi Ahmad saat Bertemu Yuni Shara
Selain tingginya warga Salatiga yang membeli masker dalam jumlah banyak.
Harga dari pihak produsen juga sedang naik," terangnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (6/3/2020)
Menurut Paulina, semenjak virus corona merebak permintaan masker jenis sensi dari masyarakat meningkat tajam.
Akibatnya, stok masker kosong dan sampai saat ini belum ada pengiriman dari produsen.
Ia menambahkan, peningkatan permintaan sendiri telah berlangsung sejak Januari lalu dengan rata-rata pembeli mengaku membeli masker untuk keperluan pribadi maupun anggota keluarga.
"Peningkatan permintaan masker terjadi sejak satu bulan lalu.
Sekarang stok masker di tempat kami kosong," katanya
Dikatakannya, sejak wabah virus corona merebak, selain masker masyarakat juga banyak yang membeli cairan pembersih tangan dari berbagai jenis.
Sekarang ketersediaan barang juga kosong.
Sebelumnya pemilik Apotek Vitra Salatiga Gunawan Yuliantoro (60) menyatakan ketersediaan masker maupun cairan pembersih tangan ditempatnya telah kosong sejak Desember 2019.
"Penjualan masker meningkat tajam sejak virus corona mewabah di Wuhan, China.
Sejak saat itu, masyarakat Salatiga banyak yang membeli masker dalam jumlah banyak," ujarnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penimpuban-septic.jpg)