Berita Jateng

6 Perusahaan Baru di Jawa Tengah Dapat Fasilitas Kawasan Berikat

Investor luar daerah mulai menancapkan cakarnya dan masuk ke Jateng. Ketersediaan lahan, serta kemudahan akses transpotasi

Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Pemaparan PT WII di Kantor Bea Cukai Janteng DIY, Kamis (12/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Investor luar daerah mulai menancapkan cakarnya dan masuk ke Jateng.

Ketersediaan lahan, serta kemudahan akses transpotasi di Jateng menjadi magnet bagi investor.

Besarnya minat investor ke Jateng membuat Bea Cukai Jateng DIY terus menerbitkan perijinan fasilitas kawasan berikat.

Menteri Nadine Dinyatakan Positif Virus Corona, Jalani Isolasi Secara Mandiri

Kabar Terbaru Lydia Pratiwi yang Dipenjara Karena Bunuh Kekasih, Jadi Mualaf dan Akan Segera Bebas

Bripka Asep Polisi yang Viral Jadi Imam di Sel Tahanan Dipanggil Kapolri, Langsung Dapat Tawaran Ini

Kisah AKP Sutono Kejar Mobil Terobos Lampu Lalulintas di Pekalongan, Ternyata Bawa Wanita Sakit

Menurut Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Bea Cukai Jateng DIY, Amin Tri Sobri, sudah ada 5 perijinan fasilitas kawasan berikat diterbitkan.

"Total perijinan yang kami terbitkan bertambah lagi hari ini, karena Bea Cukai kembali menerbitkan ijin untuk PT Wanho Industries Indonesia (PT WII)," paparnya, Kamis (12/3/2020).

Dilanjutkannya, fasilitas kawasan berikat diberikan kepada perusahaan sebagai partisipasi Bea Cukai dalam mendorong ekspor dan investasi di Jateng ini.

"Perijinan yang diberikan ke PT WII, menjadi penerbitan perijinan fasilitas kawasan berikat ke-6 di tahun 2020 oleh Bea Cukai Jateng DIY," ucapnya.

Dikatakannya, fasilitas penangguhan bea masuk juga diberikan ke perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat.

"Fasilitas itu jadi daya tarik tersendiri bagi perusahaan untuk menanamkan investasinya di Indonesia.

Sejalan dengan itu, penanaman investasi perusahaan baru, akan mendorong terbukanya lapangan pekerjaan sehingga berdampak ekonomi positif bagi masyarakat," jelasnya.

Adapun PT WII merupakan satu di antara unit bisnis dari Wanho Holding Grup, perusahaan terkemuka dibidang mobil diecast yang berpusat di Guangzhou, China.

PT WII berlokasi Pagedangan, Sembung, Banyuputih, Kabupaten Batang, dan akan mengekspor 100 persen produknya ke beberapa negara.

Nilai investasi yang sudah ditanamkan PT WII sebesar Rp150 miliar, dan berencana menyerap tenaga kerja sebanyak 2.000 orang secara bertahap hingga tahun 2021.

Sementara itu Andrew R Tuah, Direktur PT WII, mangaku tertarik menanamkan investasinya di Jateng.

"Sebelumnya kami berencana membangun pabrik di Jakarta, namun karena berbagai hal, kami alihkan ke Batang.

Selain lahan dan pembangunannya lebih terjangkau, iklim masyarakat serta tenaga kerja juga menjadi pertimbangan kami," imbuhnya.

Andrew menambahkan, fasilitas kawasan berikat yang diberikan Bea Cukai akan dimanfaatkan semaksimal mungkin.

"Kami proyeksikan di tahun 2021 akan ada perluasan modal mencapai Rp 50 miliar, selain itu penambahan barang modal sebesar Rp 25 miliar," tambahnya. (bud)

Kementerian LHK Segel Lahan 3 Perusahaan Pemanfaat Limbah B3 di Karangdawa, Kabupaten Tegal

Kabar Gembira, Klinik Polres di Wilayah Polda Jateng Dibuka Untuk Umum, Layani Peserta JKN-KIS

Segini Tarif Pijat Plus-plus Khusus Gay yang Dibongkar Anggota Ditreskrimsus Polda Jateng

Ada Praktik Pijat Plus-plus Khusus Gay di Kota Semarang, Polisi Amankan Wig hingga Suplemen

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved