Berita Solo
Alasan Maruf Amin Jadi Target Aksi Tolak Omnibus Law Oleh Mahasiswa di Solo
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS Solo menggelar aksi dengan target Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin terkait tolak Omnibus Law.
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS Solo menggelar aksi dengan target Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin.
Koordinator lapangan Muhammad Zainal Arifin menjelaskan, aksi yang bertujuan menolak Omnibus Law memiliki tujuan tertentu.
Di tengah hujan deras yang mengguyur pada Rabu (11/3/2020) pukul 16.00 WIB mereka teguh membacakan tuntutannya.
• Kisah Perjalanan Keris Naga Siluman Pangeran Diponegoro Sebelum Kembali ke Indonesia
• Cari Ponsel Harga Rp 4 Jutaan? Ini Daftar Harga HP Bulan Maret 2020 dan Spesifikasinya
• Sempat Bikin Lelucon Virus Corona, Pemain NBA Rudy Gobert Kini Dinyatakan Positif COVID-19
• Akhirnya, Laga Persebaya Surabaya vs Persipura Jayapura Besok Dapat Izin Digelar di Stadion GBT
• Inilah Salam Corona Ala Maruf Amin, JK dan Sri Mulyani Cegah Covid-19: Namaste hingga Adu Sikut
Sekelompok mahasiswa ini sudah mempersiapkan dengan matang akan sikap mereka menolak UU Omnibus Law.
"Pak Wapres menjadi target pengungkapan aspirasi kami," ungkap Zainal kepada TribunSolo.com.
"Hanya beliau yang kita rasa pantas untuk membatalkan UU Omnibus Law ini," jelas dia menekankan.
Ia menambahkan posisi Ma'ruf Amin yang merupakan orang nomor dua di Indonesia itu dinilai strategis, sehingga mahasiswa yakin aspirasinya bisa ditangkap.
"Saya rasa Pak Wapres posisinya sangat strategis untuk menyelamatkan nasib buruh," aku dia.
Dia meniali, seorang Wapres Ma'ruf Amin memiliki kekuatan sekaligus kewenangan untuk berbuat banyak.
"Maka kami percayakan aspira disampaikan saat ada Pak Ma'ruf di UNS," tambahnya
"Kami melakukan aksi damai, tidak ada bentrokan atau demo anarkis," jelas dia menekankan.
Maruf Amin Terima Penghargaan di UNS
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menerima penghargaan Parasamya Anugraha Dharma Krida Upa Baksana dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (11/3/2020).
Penghargaan tersebut rasanya spesial bagi orang nomor dua di Indonesia itu yang menjadi wakilnya Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Bagaimana tidak, bukan hanya karena ditemani istri Wury Estu Handayani, penghargaan diberikan bertepatan dengan hari ulang tahunnya.
Hari ini yang menunjukkan tanggal 11 Maret, merupakan hari ulang tahunnya Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.
Kiai Ma'ruf lahir pada 11 Maret 1943 atau 77 tahun silam.
Dia mengaku tidak pernah membayangkan akan dianugerahi penghargaan di bidang ekonomi syariah yang bertepatan dengan puncak Dies Natalis UNS Solo ke-44 tahun.
Ya, penghargaan tersebut diberikan langsung Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho atas sumbangsihnya dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
"Sesunguhnya saya tidak pernah membayangkan akan diberikan penghargaan seperti ini," ujar Ma'ruf Amin.
"Ini terlalu tinggi untuk saya," imbuhnya membeberkan.
Ma'ruf Amin menyampaikan penghargaan yang diterimanya hanya menjadi bagian terkecil dalam upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
"Ini bagian kecil, hanya sekrup, hanya baut saja dari semua mesin besar yang mendorong pengembangan ekonomi syariah di Indonesia," tuturnya merendah.
Lebih lanjut Ma'ruf Amin menilai ekonomi syariah mampu memberikan kemaslahatan bagi masyarakat Indonesia.
"Dengan ekonomi syariah, saya yakin mampu memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas," tandasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Begini Alasan Ma'ruf Amin Menjadi Target Aksi Tolak Omnibus Law oleh Mahasiswa dari BEM UNS