PSIS Vs Arema FC
Laga PSIS Vs Arema FC Diwarnai Kericuhan Antar Suporter
Meski hubungan suporter kedua tim dikenal terjalin sangat baik selama ini, namun ada sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab memicu kericuhan ini.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Laga bigmatch PSIS Semarang vs Arema FC dalam lanjutan kompetisi Liga 1 2020 pekan ketiga di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (14/3/2020) diwarnai kericuhan penonton.
Meski hubungan suporter kedua tim dikenal terjalin sangat baik selama ini, namun ada sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab memicu kericuhan ini.
Bahkan, sebelum laga dimulai, sempat ada aksi lempar antar penonton di luar stadion.
• BREAKING NEWS: Ganjar Umumkan Sekolah Seluruh Jateng Libur Dua Minggu
• Diduga Menghina Presiden Jokowi di Medsos, Mahasiswa Asal Solo Ditangkap Ditreskrimsus Polda Jateng
• Hotman Paris Ancam Putrinya yang Jadi Lawyer di Luar Negeri: Tak Balik Hak Waris Hilang
• 7 Cara Meminimalkan Tertular Virus Corona, Jangan Pegang HP di Tempat Umum
Upaya pihak keamanan untuk mengamankan situasi sukses dan pertandingan berjalan lancar.
Selama pertandingan berlangsung, baik suporter Panser Biru, Snex, dan Aremania saling sapa yang dibalut dalam sebuah yel-yel selamat datang dan terimakasih.
Namun menjelang pertandingan berakhir, kembali terjadi kericuhan.
Berawal dari kesalahpahaman antar penonton tim tamu dan tuan rumah yang berada di tribun barat stadion.
Terjadi aksi saling lempar, kemudian memicu beberapa penonton yang berada dari tribun timur berlari ke arah tribun suporter tim tamu.
Situasi ini tak terhindarkan, membuat wasit yang memimpin pertandingan, Fariq Hitaba menyudahi pertandingan.
Sementara pihak keamanan terus berupaya untuk menenangjan situasi.
Termasuk menembakkan gas air mata.
"Pastinya kami kecewa karena ada ulah oknum suporter tidak bertanggung jawab.
Terjadi selisih paham antara suporter PSIS di tribune VIP dengan Aremania.
Padahal sebelumnya berjalan lancar sejak awal pertandingan," kata wakil ketua Panpel PSIS, Pujianto.
Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya berterimakasih kepada pihak keamanan setempat yang segera melakukan tindakan tegas untuk menenangkan situasi dan tidak menjalar ke luar stadion.
"Insya Allah insiden tadi tidak berpengaruh terhadap hubungan suporter Semarang dengan Malang.
Intinya karena ada oknum yang mungkin terpengaruh alkohol," harapnya.
Pada laga PSIS Semarang vs Arema FC tersebut, Mahesa Jenar unggul 2-0 atas Arema FC lewat gol yang dicetak masing-masing oleh Hari Nur Yulianto pada menit ke 45, dan Bruno Silva di menit ke 47.
Hanya saja, pada laga ini, wasit terpaksa mengusir masing-masing satu pemain dari kedua kubu.
Dalam laga ini, dua kartu merah dihadiahkan kepada pemain PSIS Finky Pasamba dan dan pemain Arema FC Jonathan Bauman pada menit ke 64 setelah kedua pemain berselisih.
Seusai laga, pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic mengatakan, ia bangga terhadap para pemainnya yang sudah berjuang keras memenangkan pertandingan.
"Saya mau katakan bila kami memenangi pertandingan hari ini dengan perjuangan keras. Kami menjalankan taktik dengan sempurna pada laga ini.
Hanya saja di babak pertama kami kurang bermain bagus," kata Dragan dalam jumpa pers seusai laga.
Kemenangan ini menjadi kemenangan beruntun PSIS setelah sebelumnya juga menang 3-2 atas tuan rumah Persela Lamongan.
Menurut Dragan, PSIS layak disandingkan dengan tim-tim papan atas Liga 1.
"Jadi, dengan tiga poin ini, saya bangga terhadap pemain saya. Dan saya mau katakan jika PSIS ini salah satu tim yang wajib diperhitungkan.
Semua kontestan Liga 1 harus respect terhadap kami ketika mereka menghadapi kami," kata Dragan.
Menyoal keputusan wasit yang memimpin, Dragan menyebut harusnya wasit tak hanya memberikan kartu merah kepada striker Arema, Jonathan Bauman, namun juga kepada Oh Inkyun yang dalam pengamatannya kedapatan mencekik Finky Pasamba.
Namun wasit tak melihat kejadian itu.
"Tadi wasit menurut saya kurang jeli, dan kami tentu dirugikan atas hal itu. Pemain Arema FC, Oh Inkyun harusnya dikartu merah karena mencekik Finky," pungkasnya. (arl)
• Sulit Lacak Harun Masiku dan Nurhadi, KPK: Keduanya Sudah Tidak Gunakan Telepon Genggam
• Viral Video Razia Polisi Bubar Setelah Warga Tanya Siapa yang Bertanggung Jawab, Ini Faktanya
• Hasil Observasi Sopir Pribadi Pasien Virus Corona Meninggal Asal Solo, Dinyatakan Negatif
• Wanita Ini Nikahi 5 Pria Bersaudara, Tidur Bersama di Satu Tempat: Awalnya Saya Agak Canggung