Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

Pemprov Jateng Mulai Bahas Skenario ASN Bekerja di Rumah

Kebijakan semi 'lockdown' yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sepertinya akan berimbas pada kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pe

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
IST
Gubernur Jateng tengah melakukan pengecekan suhu tubuh dengan thermalgun sebelum mengikuti rapat koordinasi di kompleks Kantor Gubernur Jateng. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kebijakan semi 'lockdown' yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sepertinya akan berimbas pada kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pemprov tengah membahas skenario agar ASN bisa bekerja di rumah sesuai anjuran dari Presiden Jokowi sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Sebagai tindak lanjut, kami sudah bicara dengan Pak Gubernur.

Wanita Ini Nikahi 5 Pria Bersaudara, Tidur Bersama di Satu Tempat: Awalnya Saya Agak Canggung

Ini Gejala Virus Corona dari Hari ke-1 Sampai 9, Awalnya Cuma Sakit Tenggorokan

BREAKING NEWS: Ganjar Umumkan Sekolah Seluruh Jateng Libur Dua Minggu

Virus Corona, Ini Doa Agar Dijauhkan dari Penyakit Berbahaya Sesuai Anjuran Rasulullah

Saat ini tengah dibahas skenarionya, besok (Senin, 16/3/2020) akan dirapatkan dengan Pak Gubernur," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng, Wisnu Zaroh, Minggu (15/3/2020).

Saat ini, baru sebatas imbauan bagi ASN yang sedang sakit, badan pegal-pegal, atau demam, dianjurkan tidak berangkat ke kantor terlebih dahulu.

Menurutnya, ada sebagian pekerjaan ASN yang bisa dikerjakan di rumah, ada yang harus di kantor.

Yang bisa dikerjakan di rumah kebanyakan merupakan pekerjaan tingkat tinggi.

Misalnya, membuat konsep, surat menyurat dengan teknologi, penilaian kinerja, dan sebagainya.

"Meskipun libur, ini saya juga sudah tanda tangani tiga surat.

Ini bisa dikerjakan di rumah melalui android.

Kalau salah, dikoreksi nanti bisa dikembalikan ke staf.

Teknologinya sudah ada," jelasnya.

Yang menjadi kendala, lanjutnya, pada pekerjaan yang justru tingkatnya rendah.

Antara lain pekerjaan persiapan sarana dan prasarana, menghitung jumlah barang yang masuk.

Jenis pekerjaan tersebut menuntut ASN harus ada di kantor.(mam)

Di Launching PPTQ Muhammadiyah Darul Hikmah, Bupati Sragen Sebut Virus Corona Outbreak Juli 2020

Virus Corona Mewabah, Bupati Batang Liburkan Kegiatan Sekolah Mulai PAUD hingga Perguruan Tinggi

PT KAI Periksa Suhu Tubuh Calon Penumpang, di Atas 38 Derajat Celcius Tak Boleh Naik Kereta

24 Kapal Pesiar Akan Bersandar di Semarang, Wali Kota Hendi : Mohon dari Jauh Hari Ini Ditolak

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved