Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Bukan Hantu dan Penculik, UIN Walisongo Semarang Ungkap Kebanyakan Anak Jalanan Takut Sosok Ini

Gempuran informasi tentang Virus Corona ternyata sampai ke telinga para anak-anak yang tinggal di kolong jembatan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gempuran informasi tentang Virus Corona ternyata sampai ke telinga para anak-anak yang tinggal di kolong jembatan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang.

Mereka khawatir Virus Corona akan sampai ke pemukiman mereka, pemukiman yang dihuni sekira 45 Kepala Keluarga (KK) para korban penggusuran Kampung Cakralawa Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, pada tahun 2006.

"Iya aku takut virus Corona, aku lihat di televisi," kata Kayla (6) kepada Tribunjateng dengan malu-malu, Minggu (15/3/2020).

Ini Gejala Virus Corona dari Hari ke-1 Sampai 9, Awalnya Cuma Sakit Tenggorokan

Wanita Ini Nikahi 5 Pria Bersaudara, Tidur Bersama di Satu Tempat: Awalnya Saya Agak Canggung

WNI Dinikahi Bule Switzerland, Ditanya Apa Malu Menikah dengan Mantan TKW ART? Ini Jawaban Jurg

BREAKING NEWS: Ganjar Umumkan Sekolah Seluruh Jateng Libur Dua Minggu

Ketakutan para anak di kolong jembatan tersebut pertama kali direspon oleh para mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang tergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum Kajian Hukum Mahasiswa (FKHM).

Setiap Minggu pagi mereka rutin melakukan kegiatan Minggu Pagi Ceria yakni kegiatan edukasi dan bermain bersama anak di kolong jembatan Arteri Yos Sudarso.

Dalam kegiatan tersebut, pada sesi akhir kegiatan, setiap anak diberi selembar kertas lipat berwarna hijau yang harus diisi harapan atau cita-cita mereka.

Sebaliknya kertas warna oranye diisi dengan ketakutan yang mereka alami.

UKM FKHM Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang bersama anak-anak di kolong jembatan Arteri Yos Sudarso selepas kegiatan Minggu Pagi Ceria, Minggu (15/3/2020).
UKM FKHM Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang bersama anak-anak di kolong jembatan Arteri Yos Sudarso selepas kegiatan Minggu Pagi Ceria, Minggu (15/3/2020). (Tribun Jateng/ Iwan Arifianto)

"Ternyata pada Minggu lalu banyak dari anak-anak menuliskan takut dengan virus Corona, saya pribadi kaget dengan ketakutan mereka sehingga Minggu ini kami memutuskan memberikan pengetahuan kepada mereka tentang apa virus Corona dan cara pencegahan," ungkap Ela Vinda Anariska (19) Ketua Umum UKM FKHM Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang kepada Tribunjateng.

Ela menjelaskan edukasi virus Corona kepada para anak dikemas secara semenarik mungkin di antaranya seperti menayangkan video kartun tentang mengenali virus Corona, cara pencegahan, alasan tidak takut virus Corona dan cara pengendalian diri menghadapi virus Corona.

Video ditampilkan melalui LCD dengan layar proyektor berupa dinding triplek milik rumah seorang warga.

Selain itu, mereka juga diperlihatkan video dari pemerintah dan imbauan pemerintah terkait virus Corona.

"Edukasi atau sosialisasi ini bertujuan agar anak tidak takut di tengah mewabahnya virus Corona sehingga mereka tetap menjalani kegiatan seperti hari-hari biasanya," bebernya.

Menurut Ela, tangapan para anak sudah tidak takut lagi terhadap virus Corona lantaran sudah tahu terhadap virus tersebut.

"Saya berharap para anak dapat menceritakan kembali kepada orang tua mereka terkait informasi yang diperoleh dari proses belajar hari ini," terangnya.

Ela juga berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap menghormati keputusan Pemerintah terutama keputusan menghentikan aktifitas publik dan kegiatan di sekolah," jelasnya.

Namun demikian, Ela menuturkan masyarakat tidak perlu takut ke ranah publik jika kegiatan itu penting.

Contohnya dalam kegiatan Minggu Pagi Ceria yang digalakkan oleh UKM FKHM. Seandainya takut kegiatan Minggu Pagi Ceria tentu diliburkan.

"Jangan takut terhadap virus Corona, virus tetaplah virus,tentu harus berani menghadapinya karena sebagai manusia telah dikaruniai akal untuk mengetahui cara mengatasi dan pencegahannya," tegasnya.

Diketahui acara Minggu Pagi Ceria digagas UKM FKHM, kegiatan tersebut digalakan lantaran melihat beberapa anak yang putus Sekolah, para anak korban penggusuran

"Kami tertarik melihat anak-anak sewaktu interaksi sangat ramah dan bertanya tentang pelajaran sekolah kepada kami untuk itu kami adakan Minggu Pagi Ceria," katanya.

Ela mengaku sudah izin kepada warga sekitar dan mereka mendukung kegiatan berupa memberikan edukasi kepada para anak mereka.

"Les belajar kecil-kecilan, intinya bermain dan belajar, sudah kami rutinkan mulai tiga minggu lalu," paparnya. (iwn)

PAUD hingga SMP di Purbalingga Diliburkan 2 Minggu, Bupati Tiwi: Jangan Malah Piknik

Jalur Pendakian Gunung Merbabu Sementara Ditutup Selama 14 Hari, Cegah Kerumunan Pendaki

Antisipasi Virus Corona, Pemkab Pekalongan Liburkan Sekolah Selama 2 Minggu

CFD Ditiadakan Sementara, Alun-Alun Pati Tetap Ramai

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved