Wabah Virus Corona

Inilah 3 Lembaga yang Ditunjuk Bantu Kemenkes Periksa Sampel Virus Corona

Lembaga yang ditunjuk bantu Balitbang Kemenkes adalah Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL), Universitas Airlangga, dan Lembaga Eijkman.

Editor: m nur huda
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Pemerintah menyatakan hingga Rabu (11/3) sore pasien positif COVID-19 di Indonesia bertambah dari 27 menjadi 34. 

TRIBUNJATENG.COM - Pemerintah pusat menambah lembaga yang bisa membantu untuk menguji sampel pasien terkait dengan virus corona.

Jika sebelumnya hanya Badan Litbangkes atau Balitbangkes Kemenkes yang berwenang untuk memeriksa virus tersebut, saat ini ada tiga lembaga tambahan yang bisa memeriksanya.

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto, ketiga lembaga itu adalah Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL), Universitas Airlangga, dan Lembaga Eijkman.

BREAKING NEWS: Ganjar Umumkan Sekolah Seluruh Jateng Libur Dua Minggu

Taati Arahan Ganjar, Bupati Kebumen: Seluruh Sekolah Diliburkan Mulai Hari Ini Cegah Corona

Pejabat di China Ini Sebut Militer AS Bawa Wabah Virus Corona Ke Wuhan: Ayolah Transparan!

Viral Video Suara Azan di Kuwait Dimodifikasi karena Virus Corona, Muadzin Menangis Tersedu

“Hasil pemeriksaan nya dikirim ke Litbangkes, lalu ke saya. Jadi tidak langsung ke RS,” kata Yuri sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenkes, Senin (16/3/2020).

Menurut dia, pihaknya sebenarnya telah mengidentifikasi sejumlah lembaga yang dinilai mampu melakukan pemeriksaan virus.

Namun persoalannya, apakah lembaga tersebut memiliki peralatan dan sumber daya manusia yang terlatih atau tidak untuk menanganinya.

“Mungkin virus yang lain iya, tapi yang ini belum,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan virus corona ini harus dilakukan tanpa tergesa-gesa.

Karena ada risikonya dan khawatir akan menjadi episentrum baru.

“Jadi tidak terburu-buru karena ini bukan pemeriksaan lab biasa, karena ada risiko. Virus ini bahaya, manipulasi virus ini bahaya," ujarnya.

 "Kalau enggak mengikuti prinsip biosafety yang memeriksa bisa tertular. Kalau tidak mengikuti bio security ini ada di masyarakat bisa menyebabkan episentrum baru. Oleh karena itu harus khusus," imbuh Yuri.

Sementara itu 10 ribu kit Polymerase Chain Reaction (PCR) sudah diterima pemerintah dan sebagian sudah disebarkan ke BBTKL dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL).

“Belum didistribusikan ke sepuluh-sepuluhnya (BBTKL dan BTKL), tapi sudah mulai distribusi karena kapasitasnya gak semuanya sama,” ucapnya.

Pasalnya, diperlukan audit untuk mengetahui apakah cabinet merek masih memadai atau tidak.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved