Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Cegah Stress, Para Napi Lapas Kedungpane Semarang Ikuti Tari Biodansa

Guna mencegah stress, sebanyak 50 narapidanda (napi) Lapas Kelas 1A Kedungpane Semarang ikuti kegiatan tari biodansa di aula, Kamis (19/3/2020).

Tayang:
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Puluhan napi tengah bermain tari biodanza yang dibimbin oleh Kasi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kedungpane, Ari Tris Ochtia Sari dan Psikolog, Prof Dr Habil Marcus Stuck di aula Lapas, Kamis (19/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Guna mencegah stress, sebanyak 50 narapidanda (napi) Lapas Kelas 1A Kedungpane Semarang ikuti kegiatan tari biodansa di aula, Kamis (19/3/2020) pada pukul 09.00 WIB.

Tari biodansa ini dipimpin langsung psikolog dari Center of Educational Health Universitas Leipzig Germany, Prof Dr Habil Marcus Stuck.

Kasi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kedungpane, Ari Tris Ochtia Sari mengungkapkan, tari biodansa kepada sejumlah napi ini merupakan terapi psikologis.

Ashanty Murka Dapat Undangan Lamaran Putrinya dengan Atta Halilintar: Aurel Jadi Kegatelan Banget!

Roger Mayweather Meninggal Dunia, Kabar Duka dari Dunia Tinju

Maling Hp di Mangkang Semarang Dibebaskan, Korban Tak Tega Pelaku Anak Yatim Piatu Asal Kendal

Bacaan Sholawat Tibbil Qulub, Amalan Penawar Penyakit Hati dan Jasmani

Tujuannya, kata Ari Tris, untuk mencegah stress serta memahami diri sendiri bagi para warga binaan.

"Para napi diberikan keterampilan supaya memahami diri sendiri serta orang lain, dan terkoneksi dengan dunia melalui gerak-gerak yang dinamis dengan iringan musik," kata Okta, panggilannya kepada Tribun Jateng, Kamis (19/3/2020).

Dalam biodansa ini, 50 napi berkumpul di dalam satu ruangan dan melakukan gerakan tari yang menyenangkan.

Hal ini dilakukan agar membuat para peserta menjadi lebih rileks.

Selain itu, dia menuturkan, dalam biodansa juga membuat para peserta seperti kembali ke masa anak-anak.

Satu diantaranya, mereka memainkan games 'kereta-keretaan'.

Setelah itu, para napi pun harus melepaskan alas kaki.

Mereka kemudian saling berpegangan tangan dan bergerak bersama maju-mundur.

"Lalu, diikuti dengan gerakan mencari pasangan dan nantinya para peserta diminta berganti-ganti pasangan, namun harus tetap mempertahankan kontak mata dengan peserta lainnya."

"Mungkin seperti itu salah satu gerakan pada tari biodansa," ceritanya.

Sementara, Habil Marcus Stuck mengungkapkan, melalui aktivitas fisik yang menyenangkan ini, diharapkan para napi lebih merasa rileks dan bahagia.

Serta, tambah Habil, pendekatan ini diharapkan dapat membuat orang lebih mudah mengekspresikan diri sehingga dapat mencegah stres.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved