Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

Pasien Positif Virus Corona Meninggal di Indonesia Tinggi, Ini Penjelasan dan Prediksi Dokter Panji

Update virus corona COVID-19 di Indonesia, hingga Kamis (19/3/2020) siang mencatat jumlah total pasien positif virus corona yang meninggal dunia

Editor: galih permadi
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi berita seputar virus corona 

TRIBUNJATENG.COM - Pasien Positif Virus Corona Meninggal di Indonesia Tinggi, Ini Penjelasan dan Prediksi Dokter Panji

Update virus corona COVID-19 di Indonesia, hingga Kamis (19/3/2020) siang mencatat jumlah total pasien positif virus corona yang meninggal dunia mencapai 25 orang.

Sementara pasien yang dinyatakan positif virus corona mencapai 309 orang, atau naik 82 kasus sejak Rabu (18/3/2020) pukul 12.00 WIB.

Begini Foto Penampakan Paru-paru Rusak Pasien Positif Virus Corona, Mirip Paru-paru Perokok Berat

Tak Sengaja Lihat Nomor Pin M-Banking Pelanggan, Elman Teknisi HP di Tegal Curi Rp 45 Juta

Perubahan Wajah Terkini Via Vallen Kembali Kagetkan Netizen, Mereka Tak Percaya: Kok Beda Banget Ya

67 Warga yang Sempat Besuk Korban Positif Corona Meninggal Asal Wonogiri Sudah Terdata

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan jumlah pasien yang meninggal akibat virus corona ( COVID-19)  tercatat 25 pasien.

Dengan pasien virus corona yang meninggal sebanyak 25 orang, angka kematian di Indonesia mencapai sekitar 8 persen.

Melihat presentase kematian seperti itu, Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr Panji Hadisoemarto MPH, merasa tidak terkejut.

Menurut dia, permasalahan utamanya adalah besar kemungkinan Indonesia mengalami under-diagnosis.

Bila lebih banyak kasus bergejala ringan ditemukan, tentu presentase kematian akan menurun.

"Jadi, ada kasus infeksi COVID-19 yang tidak terdeteksi atau terdiagnosis. Mungkin karena sakitnya ringan, mungkin karena RS atau dokternya belum aware kalau itu kemungkinan COVID-19, dan sebab lain. Sebagian di antara yang tidak terdiagnosis ini juga mungkin meninggal," kata Panji saat dihubungi Kompas.com, Rabu (18/3/2020).

Oleh sebab itu, menjadi besar kemungkinan angka dipenyebut atau jumlah kasus terlalu kecil, sehingga presentase kematian dengan jumlah kasus menjadi tinggi angkanya.

"Jadi proporsi yang meninggal saya rasa enggak setinggi itu. Dengan kata lain, angka kematian tinggi mungkin bukan karena virusnya lebih ganas, tapi kitanya yang kurang "ganas" mencari orang-orang yang sakit COVID-19," ujarnya.

Panji pun menambahkan bahwa pada saat ini, kita tidak mengetahui secara pasti dan terperinci tentang hal-hal atau indikator yang berkaitan, dan tidak ada angka yang benar bisa diandalkan.

Prediksi ke depan

Lantas, bagaimana prediksi tren angka kasus dan kematian mendatang di Indonesia?

Panji menuturkan bahwa tren ke depannya, jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 akan meningkat, bahkan bisa jadi pesat jumlahnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved