Wabah Virus Corona
Begini Foto Penampakan Paru-paru Rusak Pasien Positif Virus Corona, Mirip Paru-paru Perokok Berat
Dokter asal Belgia, Dr Ignace Demeyer menyebut gejala parah virus corona atau Covid-19
TRIBUNJATENG.COM - Begini Foto Penampakan Paru-paru Rusak Pasien Positif Virus Corona, Mirip Paru-paru Perokok Berat
Dokter asal Belgia, Dr Ignace Demeyer menyebut gejala parah virus corona atau Covid-19 akan menyerang pasien dengan rentang usia 30 hingga 50 tahun.
Wabah virus corona, Covid-19 mengalami kenaikan signifikan.
• Ningsih Tinampi Mengaku Sudah Cicipi Virus Corona, Ini yang Dirasakan di Tubuhnya
• 27 Anggota DPRD Tak Terima Disebut ODP Corona Pulang dari Bali, Dokter Erika Dimarahi Sampai Nangis
• Tak Sengaja Lihat Nomor Pin M-Banking Pelanggan, Elman Teknisi HP di Tegal Curi Rp 45 Juta
• 67 Warga yang Sempat Besuk Korban Positif Corona Meninggal Asal Wonogiri Sudah Terdata
Secara global, hari ini, Kamis (19/3/2020), total ada sebanyak 214.894 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.
Sementara itu, angka kematian sebanyak 8.732 orang dan pasien sembuh 83.313 orang.
Sementara di Indonesia sendiri, dilaporkan ada 311 kasus positif yang tersebar di 11 provinsi di Indonesia.
Virus yang menyerang sistem pernafasan ini sedang diteliti ilmuan untuk dicari vaksin yang tepat.
Beberapa pasien positif juga telah menyebutkan gejala awal terjangkiti virus asal Wuhan, China ini.
Selain itu, dokter juga membagikan beberapa penemuan saat merawat pasien covid-19.
Ada satu dokter yang membagikan kondisi paru-paru pasien positif corona.
Dokter asal Belgia, Dr Ignace Demeyer menyebut gejala parah virus corona akan menyerang pasien dengan rentang usia 30 hingga 50 tahun.
Dokter yang bekerja di rumah sakit Kota Aalst tersebut juga mengatakan gejala parah juga dialami beberapa pasien yang tak memiliki riwayat penyakit penyerta.
Dia mengatakan hasil CT Scan mengindikasikan paru-paru pasien corona seperti menderita kerusakan paru-paru parah.
"Gambar yang kami ambil kemarin sangat menakutkan," ujar Ignace Demeyer dikutip Tribunnews.com dari New York Post.

"Kondisi tersebut dialami pasien yang tidak memiliki kebiasaan merokok. Bahkan tidak memiliki penyakit lain seperti diabetes atau gagal jantung."