Wabah Virus Corona
Update Pasien Positif Corona Jateng, Ganjar: Total 9 Orang, 2 Pasien Baru Semarang dan Solo
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menerangkan selain pasien positif corona meninggal, ada dua pasien positif baru.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menerangkan selain pasien positif corona meninggal, ada dua pasien positif baru.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mereka masih dirawat di RSUP Dr Kariadi Semarang dan RSUD Dr Moewardi Solo.
"Total ada 9 pasien positif corona di Jateng."
"Tiga di antaranya meninggal dunia," ucapnya ketika ditemui di Puri Gedeh, Semarang, Rabu (18/3/2020) malam.
• Ashanty Murka Dapat Undangan Lamaran Putrinya dengan Atta Halilintar: Aurel Jadi Kegatelan Banget!
• Tak Khawatir Virus Corona, 12.000 Jamaah Hadiri Ijtima Asia Malam Ini, 100 WNA Datang ke Indonesia
• Mulai Besok, Pengobatan Alternatif Ningsih Tinampi Ditutup, Ini Pernyataan Resminya
• Maling Hp di Mangkang Semarang Dibebaskan, Korban Tak Tega Pelaku Anak Yatim Piatu Asal Kendal
Satu pasien meninggal merupakan warga Wonogiri.
Pasien itu merupakan klaster seminar Bogor.
Sebelumnya, ada pasien dari klaster ini juga meninggal.
Ganjar menerangkan pasien meninggal ini sempat dirawat di rumah sakit swasta di Wonogiri sebelum dirujuk ke RS Moewardi.
FOTO:
Dua Pasien Baru
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, menerangkan terkait dua pasien baru positif corona ini tidak ada hubungannya dengan pasien positif yang lain.
"Yang dirawat di Solo itu berasal dari Bali."
"Dia merupakan tourleader."
"Di Solo ada urusan pekerjaan," ucapnya.
Pasien masuk rumah sakit dan dirawat pada Sabtu (14/3/2020) sore.
Sementara, pasien positif di RSUP Dr Kariadi merupakan warga negara Indonesia (WNI).
Dia memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.
"Yang di Kariadi baru masuk hari ini diperiksa dan hasilnya positif."
"Jenis kelamin perempuan."
"Ada percepatan pemeriksaan sampel di laboratorium di Yogya," imbuhnya.
3 Orang Meninggal
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengabarkan pasien positif corona di RSUD Moewardi Solo telah meninggal.
Artinya, saat ini sudah ada tiga pasien positif corona di Jateng yang meninggal.
Ganjar Pranowo mengatakan pasien positif corona itu meninggal pada Rabu (18/3/2020) sore.
"Pasien sempat dirawat selama dua hari di RS Moewardi," kata Ganjar di Puri Gedeh, Rabu malam.
Gubernur menerangkan pasien tersebut berjenis kelamin perempuan berusia 49 tahun.
Ikut Seminar Bogor
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, menambahkan, pasien merupakan klaster dari seminar Bogor.
"Iya, dia ikut seminar di Bogor," jelasnya.
Artinya, ada 4 pasien positif corona di Jateng dari klaster seminar Bogor.
Dua diantara meninggal dunia.
Keduanya meninggal di RSUD Moewardi.
"Hasil tracking, dia ikut seminar di Bogor."
"Memiliki riwayat perjalanan sama dengan pasien positif corona yang meninggal pertama di Moewardi," katanya.
Pemprov akan terus melacak warga yang ikut seminar di Bogor untuk mencari data peserta seminar.
Gubernur juga telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat untuk menyikapi kasus ini.
"Kami sedang mencari manifes peserta seminar di Bogor itu," imbuhnya.
Bangun Pabrik Masker
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan dalam waktu dekat pabrik masker bakal berdiri di Jawa Tengah.
Selain itu, Ganjar juga mengatakan pabrik alkohol di Wonogiri bakal menaikkan produksi mencapai 3 juta liter per hari.
Kebutuhan mendesak penanganan virus corona di Jawa Tengah adalah kurangnya alat pelindung diri (APD), masker salah satunya.
Ganjar Pranowo mengatakan dalam waktu dekat pabrik masker bakal dibangun di Jawa Tengah untuk mencukupi kebutuhan.
"Akan dibangun di Brebes dan saat ini masih proses perizinan," kata Ganjar, sesuai rilis yang diterima tribunjateng.com, Rabu (18/3/2020).
Menurut Ganjar hal tersebut seperti yang dilakukan Pemerintah Korea Selatan dalam penanganan virus corona.
Yakni mendesak perusahaan agak menambah jumlah produksi dari 10 juta ke 14 juta.
"Kita mesti tiru itu."
"Dan ini kesempatan bangsa ini mandiri."
"Ini kesempatan bangsa ini berdikari," katanya.
Tambah Produksi Alkohol
Selain masker, salah satu kebutuhan dalam menangani virus corona adalah alkohol sebagai salah satu komponen untuk membuat hand sanitizer.
Ganjar menyampaikan di Jawa Tengah hanya ada satu perusahaan yang memproduksi alkohol, dan saat ini menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan jumlah produksi.
"Nanti akan produksi sampai 3 juta liter."
"Karena kita perlu hand sanitizer yang selama ini produksinya terbatas," katanya.
Untuk menutup kekurangan hand sanitizer tersebut, Ganjar mengatakan akhir-akhir ini dirinya melihat para ahli berkreasi membuat pencuci tangan itu secara mandiri, dengan memadukan alkohol dengan tumbuh-tumbuhan yang mudah ditemui di sekitar.
"Ada temuan menarik dari perguruan tinggi, juga anak SMK yang menggunakan dari berbagai bahan, itu juga bisa sebenarnya," katanya.
Namun demikian, Ganjar mengatakan secara keseluruhan kebutuhan APD di Jawa Tengah masih mengalami kekurangan.
Terlebih ketika rapat Video Conference dengan bupati dan walikota se Jawa Tengah kemarin, mereka mengatakan semua rumah sakit kekurangan APD.
Dari safety shoes, respirator sampai baju pelindung.
"Kita lagi cari siapa yang bisa produksi (APD dan VTM)."
"Kita sudah meminta untuk mendata."
"Kita akan paksa untuk produksi lebih banyak," kata Ganjar.
(Mamdukh Adi Priyanto)
• Bagaimana Nasib Singapura yang Sangat Bergantung pada Tetangganya ketika Malaysia Di-lockdown?
• 1 Mahasiswa IPB Bogor dan Dosen UGM Yogya Dinyatakan Positif Virus Corona
• Video Motor Vs Motor di Jalan MT Haryono Semarang
• Wawali Tegal Jumadi Jamin Tidak Akan Ada Penggurusan, Berikut Syaratnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ganjar-pranowo-memberikan-keterangan-terkait-kondisi-terkini-wabah-virus-corona.jpg)