Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

Hendi Siapkan Ruang Isolasi Pasien Corona di Gedung Diklat dan Rumah Dinas Walikota Semarang

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana mengubah gedung diklat milik pemkot dan rumah dinas wali kota menjadi ruang isolasi bagi warga

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih permadi
IST
Wali Kota Semarang saat kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Pendapatan Daerah Wilayah I. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana mengubah gedung diklat milik pemkot dan rumah dinas wali kota menjadi ruang isolasi bagi warga yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) Virus Corona (covid-19).

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, saat ini jumlah PDP di Kota Semarang sudah mencapai 71 pasien.

Ketersediaan kamar isolasi pun sudah mulai terbatas.

Cristiano Ronaldo Juventus Dudukkan 3 Anaknya di Kursi, Ajarkan Cara Cegah Virus Corona

UPDATE 1 PDP Virus Corona Meninggal di Cilacap, Dinkes Ungkap Riwayat Awal Sakit Mahasiswa Itu

Lola Pamitan dari Tukang Ojek Pengkolan, Aliyah Faizah Ungkap Alasan Tak Akan Muncul Lagi

Karena Virus Corona, Striker PSIS Semarang Andreas Chrismanto Ado Ibadah Misa Online dari Mess

Bahkan, di RSUD Wongsonegoro sudah mulai overload.

Karena itu, pihaknya menyiasati dengan memanfaatkan gedung diklat dan rumah dinas sebagai ruang isolasi apabila nanti ada tambahan pasien.

"Untuk menyiasati di kemudian hari kalau ada pasien bertambah, kami sudah rumuskan dua titik lokasi," ucap Hendi, sapaannya, Senin (23/3/2020).

Hendi memperkirakan, gedung diklat Pemkot yang tidak jauh dari RSUD Wongsonegoro bisa memuat 30 kamar isolasi.

Saat ini, pemkot tengah menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan. Nantinya, pelayanan akan dilakukan oleh tenaga medis dari Pemkot Semarang.

Di sisi lain, pemkot juga menyiapkan rumah dinas sebagai ruang isolasi.

Pihaknya juga berkomunikasi dan berkoordinasi dengan tenaga medis dari Rumah Sakit Tentara (RST) Wiratamtama dan RS Bhayangkara untuk dapat melakukan pelayanan di rumah dinas.

Hendi memperkirakan rumah dinas dapat menampung 120 kamar untuk PDP.

"Kami target maksimal 30 Maret, dua tempat itu bisa berfungsi sebagai tempat pelayanan," ucapnya.

Hendi membeberkan, Pemkot mengucurkan dana Rp 27 miliar untuk penanggulangan covid-19.

Bahkan, dia menegaskan ada tambahan sebesar Rp 4,5 miliar berdasarkan pengajuan dari RSUD Wongsonegoro untuk menambah ruang isolasi.

"Kapasitas awal di Wongsonegoro ada 14 kamar tapi harj ini sudah 29 yang masuk PDP.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved