Wabah Virus Corona
KISAH RUBIEM: Curhat pada Karni Ilyas dan Terharu Akan Diberi Ongkos Pulang Kampung ke Klaten
Dampak wabah virus corona terjadi di mana saja dan dialami siapa pun, termasuk penjual kopi keliling ini.
"Ya gimana ya pak, ibu sayakan di kampung. Ibu saya di kampung, umurnya udah 100 tahun dan saya tiap bulan ngirimin pak (re, uang)," kata Rubiem.
Rubiem mempunyai harapan sederhana untuk pemerintah, ia mengaku ingin pulang ke Klaten karena dagangannya yang kini sedang sepi pembeli.
"Baik, jadi apa yang ibu harapkan dari pemerintah?" tanya Karni Ilyas.
"Saya mau pulang kampung, di sini sepi pak, udah dua minggu saya gak dagang, di rumah aja," curhat Rubiem tersenyum.
"Selama seperti ini (wabah Corona), ibu lebih mau pulang ke kampung?" tanya lagi.
"Iya, soalnya sepi pak gak ada orang," ujar Rubiem.
Mendengar keinginan Rubiem, Karni Ilyas tampaknya berusaha membantu mewujukannya.
Pembawa acara ILC itu bertanya soal ongkos pulang Rubiem ke Klaten, Jawa Tengah.
Rupanya Rubiem tak mempunyai ongkos untuk pulang ke kampung halamannya.
"Ada ongkos pulangnya?" tanya Karni Ilyas.
"Enggak ada pak," kata Rubiem.
"Berapa ongkos pulangnya?" tanya Karni Ilyas lagi.
"Sekitar Rp 500 ribu pak," jawabnya.
Mendengar hal tersebut, Karni Ilyas langsung memberitahu akan memberikan Rubiem ongkos untuk pulang.
Terdengar Rubiem beberapa kali mengucapkan terima kasih kepada Karni Ilyas.