Virus Corona Jateng
Palang Merah Indonesia Bantu 1.600 APD untuk 15 Rumah Sakit di Solo
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo membagikan 540 alat pelindung diri (APD) ke masing-masing kelurahan yang ada di Kota Solo.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo membagikan 540 alat pelindung diri (APD) ke masing-masing kelurahan yang ada di Kota Solo.
Selain itu, mulai Senin (30/3/2020) pihaknya akan membantu APD ke 15 rumah sakit yang ada di Solo.
"Mulai sekarang kelurahan kita berikan, ada 54 kelurahan di Solo masing-masing 10 APD.
• Dokter Tirta Kelelahan Tangani Virus Corona: Saya Tak Butuh Dikenang, Siap Mati Demi Negara Ini
• 90 Persen Virus Corona Masuk Melalui 3 Bagian Tubuh Ini, Berikut Penjelasan Kepala BNPB
• Nagita Slavina Nangis Jadi Trending Twitter Gara-gara Raffi Ahmad, Ada Apa?
• Liga Inggris 2020 Temui Titik Terang, Ini yang Ditunggu-tunggu Fans Liverpool
Jadi bisa dikasih untuk nyemprot.
Karena kelurahan kan diberikan alat semprot oleh Pak Wali," kata Sekretaris/CEO PMI Kota Solo, Sumartono Hadinoto, kepada Tribun Jateng, Sabtu (28/3/2020).
Saat ini, katanya, pihaknya telah memiliki stok APD berupa baju pelindung diri sebanyak 600 buah.
Masing-masing kelurahan mendapat 10 buah.
Sementara mulai Senin depan, akan datang lagi 1.600 buah APD berupa baju pelindung yang akan diserahkan ke 15 rumah sakit yang ada di Solo.
"Mudah-mudahan nanti bisa datangnya (APD) ribuan, bisa langsung kita bantukan ke rumah sakit yang lain juga yang di luar Solo," kata dia.
Rumah sakit yang akan dibantu APD adalah rumah sakit yang terutama kerja sama bank darah dengan pihaknya.
Di Solo, katanya, semua rumah sakit melakukan kerja sama tersebut.
"Tidak semua rumah sakit mendapat pasien (Covid-19) yang jadi rujukan utamanya adalah Moewardi, sebentar lagi RS Bung Karno akan dibuat untuk Covid-19, tapi kadang-kadang sebelum ketahuan kan masuk rumah sakit-rumah sakit swasta atau pemerintah yang juga butuh APD, walaupun tidak khusus menangani Covid-19.
kadang-kadang pasien itu kan ke rumah sakit juga tidak tahu, apakah suspect apa bukan kan, ke rumah sakit biasa.
Tentunya kalau mulai ketahuan gejalanya kan akan dipindah.
Pemindahan mereka juga butuh APD kan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gubernur-jateng-ganjar-pranowo-alat-pelindung-diri-apd-rsud-moewardi-solo.jpg)