Liga 1
Dragan Djukanovic Pelatih PSIS Semarang Kritik Keputusan PSSI tentang Jadwal Kompetisi
Keputusan PSSI menunda kompetisi Liga 1 2020 hingga bulan Juli mendapat kritik pedas dari pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Keputusan PSSI menunda kompetisi Liga 1 2020 hingga bulan Juli mendapat kritik pedas dari pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic.
Menurut Dragan, penundaan kompetisi yang memakan waktu lama tersebut sangat tidak efektif bagi tim partisipan.
Seharusnya jadwal tanding lagi bisa maju lebih cepat.
• BREAKING NEWS: 9 Orang Tersambar Petir di Ngaluran Demak Saat Panen Padi, 4 Tewas Seketika
• Bus Jurusan Tegal Nekat Turunkan Penumpang Sembarangan, Berpotensi Pemudik Tak Steril Virus Corona
• Liga Inggris 2020 Temui Titik Terang, Ini yang Ditunggu-tunggu Fans Liverpool
• Musuh Minions Bakal Pensiun Seusai Piala Thomas 2020, Endo/Watanabe?
"Saya tidak tahu harus berkata apa.
Bagi saya keputusan ini adalah bencana besar.
Ketika negara-negara dengan masalah terbesar akan terus segera (melanjutkan kompetisi) tapi di sini mereka membuat satu keputusan seperti ini," kata Dragan kepada Tribunjateng.com, Minggu (29/3).
Menurut Dragan, dibanding Indonesia sejumlah negara akan mulai melanjutkan kompetisi antara dua hingga tiga minggu ke depan.
"Bahkan China (Kompetisi Liga Super China) mungkin mulai 15 April," ungkapnya.
Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum Mochamad Iriawan, satu dari enam poin yang dituliskan yakni PSSI menetapkan bulan Maret, April, Mei, dan Juni adalah status keadaan tertentu darurat bencana terkait penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Maka status ini disebut keadaan kahar (force majeure).
Dragan menyebut seharusnya PSSI lebih dahulu berkomunikasi atau mengadakan pertemuan dengan perwakilan pengurus dari klub peserta sebelum mengeluarkan keputusan.
Menurut Dragan, kondisi yang memaksa tim masih harus menunggu kompetisi berbulan-bulan lamanya juga berdampak pada pemain.
Mereka harus kembali memulai persiapan dari nol.
"Mereka berlatih mandiri dan berlatih dengan tim pasti akan berbeda.
Tentu saja mereka akan mulai dari 0 karena itu periode panjang tanpa tren yang serius," ungkap eks pelatih Borneo FC ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dragan-djukanovic-liga-1-2020.jpg)