Berita Slawi
Perkuat Ketahanan Pangan, 73 Ribu Keluarga Miskin Terima Bantuan Paket Sembako
Di tengah situasi perang melawan virus Corona, Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Kabupaten Tegal, percepat penyaluran dana bantuan sosial
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Di tengah situasi perang melawan virus Corona, Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Kabupaten Tegal, percepat penyaluran dana bantuan sosial kepada 73.824 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Tegal.
Dana bantuan bulan Maret senilai Rp 200 ribu untuk masing-masing KPM, melalui transfer rekening bank tersebut tuntas tersalurkan pada hari Jumat (27/3) lalu.
Informasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal, Nurhayati, Minggu (29/3) kemarin.
Dana bantuan pangan non tunai tersebut, menurut Nurhayati, juga sudah dibelanjakan keluarga miskin penerima manfaat untuk membeli paket Sembako di 60 e-warung dan 64 agen BNI, yang tersebar di 18 wilayah kecamatan di Kabupaten Tegal.
"Pembayarannya dilakukan non tunai dengan menggunakan kartu merah-putih, semacam e-money dari BNI," tutur Nurhayati, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (30/3).
Dengan bantuan senilai Rp 200 ribu per bulannya tersebut, lanjut Nurhayati, setiap keluarga bisa membeli paket sembako.
Seperti beras sebanyak 12 kilogram untuk mencukupi kebutuhan karbohidratnya, telur, ikan atau daging ayam untuk kebutuhan protein hewaninya, tahu, tempe dan sayuran untuk protein nabatinya, serta buah-buah untuk kebutuhan vitamin dan mineralnya.
Nurhayati menyebut, untuk mengantisipasi penularan virus Corona melalui kontak fisik, pihaknya pun telah menjadwal waktu penyaluran sehingga tidak lagi ada antrian ataupun kerumunan warga di setiap warung.
“Sudah kita atur jadwal penyalurannya supaya warga tidak banyak mengantri di warung. Bahkan ada yang kami antarkan sampai ke rumah KPM untuk mendukung pelaksanaan social distancing," katanya.
Disamping itu, setiap warung yang bekerja sama dengan Dinas Sosial diharuskan menyediakan sarana cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
“Sesuai anjuran pemerintah, protokol kesehatan pun kami terapkan untuk menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan warga akan ancaman bahaya penularan virus berbahaya ini," imbuhnya. (dta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penyuluhan-dinsos-kabupaten-tegal.jpg)