Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Trans Semarang Ubah Jam Layanan, Paling AKhir Pukul 16.00 WIB

Badan Pelayanan Umum (BLU) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Trans Semarang mengubah jam layanan armada Trans Semarang.

Tayang:
ISTIMEWA
BRT Trans Semarang Shelter Simpanglima 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Pelayanan Umum (BLU) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Trans Semarang mengubah jam layanan armada Trans Semarang.

Jam layanan diperpendek guna meminimalisasi mobilitas masyarakat. Jika biasanya jam operasional BRT Trans Semarang dimulai pukul 05.30 kini diubah pukul 05.45, sedangkan khusus koridor 8 pemberangkatan awal yang semula pukul 5.15 diubah menjadi pukul 05.30.

Sementara, batas akhir pelayanan di halte transit Balai Kota yang semula hingga pukul 18.30, kini pelayanan hanya sampai pukul 16.00.

Untuk koridor malam bandara sementara waktu tidak beroperasi. Perubahan tersebut berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Plt Kepala Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Daerah Trans Semarang, Hendrix Setiawan mengatakan, perubahan jam operasional ini diharapkan dapat mengurangi kegiatan masyarakat di luar rumah.

Mereka diharapkan bisa beraktivitas di rumah saja apabila tidak ada keperluan yang sangat penting.

"Kami sudah sampaikan perubah melalui akun media sosial kami. Kami harap masyarakat bisa memaklumi," ucap Hendrix, Selasa (31/3/2020).

Kebijakan ini, lanjut Hendrix, juga dalam rangka mendukung program Pemerintah Kota Semarang dalam menanggulangi penyebaran covid-19, yang mana Pemkot sudah mulai menutup beberapa ruas jalan protokol pukul 18.00 hingga 06.00.

"Ruas Jalan protokol yang ditutup tersebut antara lain jalan Pandanaran, jalan Ahmad Yani, jalan Pemuda, jalan Pahlawan, dan jalan Gajahmada. Kami pun mendukung kebijakan itu," tambahnya.

Diakui Hendrix, sebelum virus covid-19 mewabah, jumlah rata-rata penumpang BRT Trans Semarang sebanyak 35 ribu hingga 40 ribu orang per hari. Seiring adanya penyebaran virus corona, jumlah penumpang mengalami penurunan yang cukup drastis.

"Dua minggu terakhir ini mengalami penurunan menjadi sekitar 10 ribu hingga 20 ribu penumpang per hari," sebutnya.

Hendrix berharap, masyarakat tetap menjalankan anjuran pemerintah untuk tidak berpergian jika tidak ada hal yang penting atau mendesak. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved