Liga 1 2020
Mengintip Penggawa PSIS Semarang Latihan Mandiri selama Jeda Kompetisi
Winger PSIS Semarang, Komarodin mengaku tertib menjalankan program tim pelatih selama melakoni latihan mandiri di kediamannya, di Kendal.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Winger PSIS Semarang, Komarodin mengaku tertib menjalankan program tim pelatih selama melakoni latihan mandiri di kediamannya, di Kendal.
Kepada Tribun Jateng, Komar mengatakan ia secara rutin menjalankan program tersebut sekaligus untuk menjaga kesehatan.
"Instruksi dokter tim di samping jaga kesehatan harus tetap di rumah, saya juga menyempatkan latihan di lapangan dekat rumah," kata Komarodin, Jumat (3/4), "sebagai pemain sudah ada program dari coach yang tinggal saya ikuti."
Komar menyebut, secara spesifik latihan normal seperti biasanya. Yang jelas program dari pelatih untuk menjaga kebugaran, agar saat kembali bergabung bersama tim tidak mengalami penurunan fisik yang signifikan.
• Tenaga Medis Bertugas 7 Hari, Dikarantina 14 Hari, Bupati Yuni akan Buatkan SK Emban Tugas Negara
• Evakuasi JPO Kartasura Roboh Memakan Waktu 14 Jam
• BREAKING NEWS: Truk Terguling Timpa Mobil Parkir di Mangkang Semarang
• KABAR TERKINI Virus Corona Jateng: Dari Penolakan Penghuni Rusunawa hingga 2 Pemotor Dilarikan ke RS
"Latihan normal seperti biasa, yang paling penting keluar keringat," katanya.
Sejauh ini, tim PSIS melakoni latihan mandiri di rumah masing-masing, sejak Maret lalu.
Hal itu berkaitan dengan penghentian sementara kompetisi Liga 1 2020 karena wabah virus corona. Jika sesuai rencana, maka kompetisi kembali digulirkan pada Juli mendatang.
Komar mengatakan, situasi saat ini memang situasi sulit. Namun, mau tidak mau semua harus mengikuti keputusan pemerintah dan induk organisasi sepakbola nasional PSSI.
"Yang paling penting semoga pandemi corona ini cepat berakhir dan kompetisi bisa berjalan lagi. Lagipula liga dihentikan tidak hanya di Indonesia, di Eropa pun sama," kata pemain yang musim ini berganti nomor punggung menjadi 95 tersebut.
Dalam kesempatan terpisah, pelatih kepala PSIS, Dragan Djukanovic mengatakan, ia sudah menekankan kepada pemain untuk sering mengirim video latihan mandiri. Walau hal tersebut tak diwajibkan tiap hari.
"Saya minta mereka mengirimkan video latihan melalui whatsapp. Ini sebagai pemantauan saja. Tidak setiap hari mereka mengirimkan video. Saya percaya, anak-anak sangat disiplin dalam menjaga kondisi,'' kata Dragan.
Dia mengatakan, sangat penting bagi penting untuk disiplin menjaga kebugaran fisiknya di tengah penghentian sementara kompetisi karena wabah virus corona.
"Jika memang terjadi jeda kompetisi hingga Juli sangat panjang dan berpengaruh pada tim. Tapi ini semua untuk keselamatan semua pihak. Jadi memang harus dipatuhi.
Semua tak menginginkan wabah Covid-19," jelas Dragan.
Dalam kesempatan sebelumnya, General Manager PSIS, Wahyu "Liluk" Winarto mengatakan, imbauan kepada pemain untuk mengirimkan video latihan mandirinya merupakan cara efektif untuk memantau kegiatan para penggawa Mahesa Jenar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/suporter-psis-semarang-panser-biru-memenuhi-sisi-tribun-selatan-stadion-maguwoharj-liga-1-2019-lalu.jpg)