Virus Corona Jateng
Dishub Tunda Penutupan Jalan Kota Semarang Tahap 2
Rencana Pemerintah Kota Semarang melakukan penutupan jalan tahap 2 ditunda. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rencana Pemerintah Kota Semarang melakukan penutupan jalan tahap 2 ditunda.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Endro P Martanto.
Rencana awal, Pemkot akan menutup Jalan Dr Wahidin mulai dari Kaliwiru hingga pertigaan Sisingamangaraja, Jalan Supriyadi, Jalan Hasanudin, Jalan Tanjung, dan Jalan Basudewo mulai Selasa (7/4/2020) mulai pukul 18.00 hingga 06.00.
• Wakil Dirut PLN: Mulai Hari Ini Token Listrik Gratis dan Diskon 50 % Sudah Bisa Diakses, Ini Caranya
• Kabar Gembira di Tengah Pandemi Corona, Pemerintah Umumkan Aturan Tentang THR, Simak Selengkapya
• Mulai Besok Jalan di Kota Semarang yang Ditutup Bakal Ditambah Lagi, Ini Titiknya
• Artis Dangdut Ini Membuat Warga Berdesakan di Zona Merah Covid-19, Polisi: Kami Sudah Berusaha
Namun, rencana tersebut diurungkan.
Pada Senin (6/4/2020) malam, Dishub memutuskan kebijakan tersebut ditunda.
FOTO:
Endro belum dapat memastikan kapan penutupan ruas jalan tahap dua itu akan diberlakukan.
Sementara ini, rencana penambahan lima ruas jalan tersebut baru masuk pemetaan.
"Semoga saja penutupan cukup di tahap satu" kata Endro melalui pesan singkat, Senin (6/4/2020) malam.
Sebelumnya, pada penutupan tahap satu, Dishub telah memberlakukan penutupan lima ruas jalan protokol selama 12 jam pada hari kerja dan 24 jam pada akhir pekan.
Lima ruas jalan tersebut yaitu Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, Jalan Pahlawan, Jalan Gajahmada, dan Jalan Ahmad Yani.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana menambah jumlah jalan yang akan ditutup di Kota Semarang mulai Selasa (7/4/2020) besok.
Sebelumnya, ada lima titik yang sudah diberlakukan penutupan selama sepekan terakhir ini.
Merupakan jalan protokol dan seluruh akses menuju dan dari Simpanglima.
Tujuan penutupan jalan mengurangi frekuensi kendaraan dan mobilitas warga.
Sehingga bisa mencegah penyebaran virus corona yang saat ini sedang mewabah di dunia, termasuk di Indonesia dan Kota Semarang.
Kali ini, jalan yang ditutup merupakan ruas-ruas yang berada di pinggir kota.
“Ini persoalan yang sangat serius.
Kami harap warga bisa semakin sadar akan bahaya Covid-19.
Harus lebih bisa menahan diri keluar rumah untuk hal yang tidak penting,” ungkap Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi kepada Tribunjateng.com di Balai Kota Semarang, Senin (6/4/2020).
“Kami tambah penutupan di ruas jalan yang masih ramai agar mobilitas masyarakat yang bukan warga setempat bisa berkurang,” imbuhnya.
Ruas yang ditutup itu adalah Jalan Supriyadi. Kelurahan Kalicari Pedurungan.
Kemudian Jalan Hasanuddin hingga kawasan Tanah Mas di Semarang Utara.
Jalan Tanjung hingga Pandanaran di Semarang Tengah.
Selanjutnya Jalan Dr Wahidin hingga kawasan Kaliwiru, Candisari.
Terakhir Jalan Basudewo hingga lingkar Banjir Kanal Barat di Semarang Barat.
Hendi mengatakan bahwa penutupan itu akan berlangsung selama sepekan.
Kemudian Pemkot Semarang akan melihat hasilnya saat evaluasi.
“Kalau masih tidak ada perubahan, kami bisa tambah lagi ruas jalan yang ditutup,” tegasnya.
Jam penutupan masih sama seperti ruas sebelumnya, yakni mulai pukul 18.00 hingga 06.00.
Hendi melihat penutupan di jalan protokol Kota Semarang yang sudah berjalan selama ini sudah efektif.
“Sudah sepi dan clear.
Para pedagang yang biasa berjualan di sana dan terdampak juga sudah kami berikan sentuhan-sentuhan.
Kami berikan bantuan sembako dan lain-lain,” ungkap orang nomor wahid di Kota Semarang tersebut.
(eyf/ rez)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pengumuman-penutupan-jalan-tahap-2-di-kota-semarang-ditunda.jpg)