Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona Jateng

Selama Virus Corona Mewabah, Stok Darah di PMI Kota Semarang Menurun hingga 50%

Wabah virus corona yang kini semakin meluas membawa dampak bagi banyak hal.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
ILUSTRASI - Seorang calon pendonor sedang melakukan pengecekan tensi darah di ruangan donor darah di Markas PMI Demak, Senin (6/4/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wabah virus corona yang kini semakin meluas membawa dampak bagi banyak hal.

Tidak terkecuali pada sektor kesehatan yang satu di antaranya berimbas pada penyediaan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, dr Anna Kartika M Biomed mengatakan, stok darah PMI Kota Semarang kini kian menipis.

Kabar Gembira di Tengah Pandemi Corona, Pemerintah Umumkan Aturan Tentang THR, Simak Selengkapya

Wakil Dirut PLN: Mulai Hari Ini Token Listrik Gratis dan Diskon 50 % Sudah Bisa Diakses, Ini Caranya

Mulai Besok Jalan di Kota Semarang yang Ditutup Bakal Ditambah Lagi, Ini Titiknya

Artis Dangdut Ini Membuat Warga Berdesakan di Zona Merah Covid-19, Polisi: Kami Sudah Berusaha 

Bahkan, ungkapnya, penurunan stok darah PMI Kota Semarang kini bisa mencapai 50 persen.

"(Sejak wabah virus corona sampai sekarang) masih menipis.

Biasanya perhari 250 sampai 300 kantong, sekarang kurang lebih 150 kantong," jelas dia kepada tribunjateng.com, Senin (6/4/2020).

dr Anna menjelaskan, pihaknya kini kesulitan mendapatkan donor darah.

Dia menyebut, jumlah donor yang menurun saat meluasnya wabah Covid-19 tersebut belum memenuhi permintaan.

"Permintaan perhari dapat mencapai 300 kantong.

Biasanya kami bisa stok untuk 4 sampai 5 hari ke depan.

Penutupan jalan-jalan protokol juga berdampak, tambah menurun donornya."

"Kemarin kami sudah meminta bantuan ke Pemerintah Kota Semarang, kecamatan-kecamatan, warga, dan TNI serta Polri," paparnya.

Lantas dr Anna menambahkan, stok darah paling sedikit yakni golongan AB.

Kendati begitu, kata dia, stok golongan darah AB masih aman lantaran permintaan tidak terlalu banyak.

"Permintaan yang banyak itu biasanya golongan darah A dan O untuk komponen darah PRC," terangnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved