Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona Jateng

9.000 Pemudik Tiba di Batang, Bupati Wihaji Minta Semua Desa Dirikan Tempat Isolasi Mandiri

Bupati Batang Wihaji mengimbau semua desa sediakan lokasi isolasi mandiri untuk menampung pemudik.

Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Bupati Batang Wihaji bersama Kapolres Batang AKBP Abdul Waras mengunjungi Posko Covid-19, Selasa (7/4/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Tercatat ada sembilan ribu pemudik telah tiba di Kabupaten Batang.

Mereka yang tercatat oleh petugas menggunakan kendaraan angkutan umum.

Sehingga tidak menutup kemungkinan banyak pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi tidak tercatat oleh petugas posko Covid-19.

Pengakuan Penggali Kubur Jenazah Pasien Virus Corona: Ketika Ambulans Tiba, Jantung Berdegub Cepat

Temuan Para Ilmuwan Terbaru Ada 5 Kelemahan Virus Corona dan Karakteristiknya

Masih Ingat Driver Ojol Ditipu Penumpang Setelah Antar Sejauh 230 Km? Begini Nasibnya Sekarang

Bisnisnya Kena Imbas Virus Corona, Daniel Mananta: Mungkin Masih Bisa Nafas 6 Bulan ke Depan

"Saya minta semua desa yang ada di Batang meniru Desa Pacet yang mendirikan isolasi mandiri dengan menyiapkan tempatnya, kalau urusan makan Pemkab siap bantu," tutur Bupati Wihaji dalam rilis, Selasa (7/4/2020).

Dengan banyaknya pemudik, Pemkab Batang pun gencar melakukan konsolidasi sekaligus mengintruksikan ke desa- desa melokalisir.

Hal itu dilakukan agar lebih mudah dalam pemetaan untuk melakukan pemantauan ODP (Orang Dalam Pantaun).

"Saat sekarang warga Batang yang di zona merah pulang ke Batang, mudik boleh dengan catatan penting dan mendesak serta harus lapor ke RT, Desa agar dapat pemeriksaan di Posko covid-19 di desa setempat," jelasnya.

Wihaji juga meminta warga Batang untuk lebih sadar akan virus corona dan bisa mematuhi anjuran pemerintah dan protokol kesehatan.

"Kalau kita tidak hati-hati repot, tiga dokter sudah positif corona hasil rapid test, maka saya minta kesadaran masyarakat patuhi anjuran pemerintah dan protokol kesehatan, karena tenaga medis kita terbatas begitu juga dengan sarprasnya," ujarnya.

Sementara Kapolres Batang AKBP Abdul Waras yang ikut dalam kunjungan posko covid-19 menambahkan hasil pantauan Polres Batang tingkat kesadaran masyarakat dalam pencegahan pandemi covid-19 sudah ada peningkatan.

Namun banyak anak muda yang masih bandel berkerumun.

"Usia remaja dan pelajar yang masih butuh edukasi tentang penularan covid-19, karena mereka merasa sehat sehingga tetap keluar rumah, berkerumun untuk hal yang tidak penting," ujarnya.

Ia juga meminta peran orang tua untuk memberikan pengertian kepada anaknya karena orang sehat juga rentan sebagai pembawa virus yang disebut Orang Tanpa Gejala (OTG) menularkan ke orang yang usia lanjut dan memiliki riwayat sakit.

"Sesuai dengan intruksi Kapolri secara bertahap tindak tegas kalau masyarakat masih memandel melakukan kerumunan, karena keselamatan masyarakat kita utamakan," pungkasnya.

(din)

Viral Driver Taksi Online Menangis, Curhat pada Jokowi Mobil Akan Ditarik Leasing

Kasus Positif Virus Corona Naik 2 Kali Lipat di Kabupaten Kudus

Tetap Berikan Layanan kepada Pengguna Jasa, Bea Cukai Tanjung Emas Pastikan Kesehatan Pegawai

Warga Desa Tetangga Juga Ikut Kerja di TMMD Reguler Pekalongan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved