Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona Jateng

Dampak Corona di Kota Semarang, 1.835 Pekerja Kena PHK dan 2.448 Pekerja Dirumahkan

Wabah virus corona (covid-19) mengakibatkan ribuan pekerja di Kota Semarang kehilangan pekerjaan.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih permadi
Freepik
Ilustrasi Virus corona 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wabah virus corona (covid-19) mengakibatkan ribuan pekerja di Kota Semarang kehilangan pekerjaan.

Sejumlah perusahaan memutuskan merumahkan mereka atau bahkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kepala Disnaker Kota Semarang, Sutrisno menyampaikan, ada 41 perusahaan yang telah melaporkan kepada Disnaker bahwa perusahaannya telah melakukan PHK maupun merumahkan para pekerja akibat pandemi covid-19.

Pengakuan Penggali Kubur Jenazah Pasien Virus Corona: Ketika Ambulans Tiba, Jantung Berdegub Cepat

Masih Ingat Driver Ojol Ditipu Penumpang Setelah Antar Sejauh 230 Km? Begini Nasibnya Sekarang

Bisnisnya Kena Imbas Virus Corona, Daniel Mananta: Mungkin Masih Bisa Nafas 6 Bulan ke Depan

Temuan Para Ilmuwan Terbaru Ada 5 Kelemahan Virus Corona dan Karakteristiknya

Hingga saat ini, dia merinci, ada 1.835 pekerja ter-PHK dan 2.448 pekerja dirumahkan oleh 41 perusahaan di Kota Semarang.

Para pekerja yang di rumahkan berasal dari berbagai daerah.

Adapun, jumlah warga Kota Semarang sendiri sebanyak 962 orang yang ter-PHK dan 1.289 orang yang di rumahhkan.

Sisanya, merupakan warga luar Kota Semarang.

"Selain laporan dari perusahaan, ada tujuh pekerja yang ter-PHK melaporkan secara mandiri kepada kami," sebut Sutrisno, Selasa (7/4/2020)

Lebih lanjut, kata Sutrisno, data tersebut akan terus diperbarui mengikuti jumlah pelapor baik dari perusahaan maupun individu.

Pihaknya juga terus mengimbau perusahaan untuk melaporkan kepada Disnaker apabila melakukan PHK atau merumahkan pekerjanya.

Data tersebut akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah.

Menurut Sutrisno, pandemi covid-19 ini merupakan masalah global.

Kasus ini pun sangat mempengaruhi perekonomian sehingga beberapa perusahaan secara berat hati mengambil langkah PHK ataupun merumahkan.

"Semua perusahaan merasa berat hati melakukan PHK maupun merumahkan dan berjanji bila ekonomi normal pekerja bisa kembali bekerja karena saat ink bencana ekonomi melanda dunia dan sendi-sendinya," terangnya.

Sementara, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, Pemerintah Kota Semarang berupaya memberikan bantuan sembako kepada warga Kota Semarang yang terdampak adanya wabah virus corona, seperti para orang dalam pemantuan (ODP), para pedagang kaki lima (PKL) yang pendapatannya semakin berkurang, dan para karyawan yang dirumahakn akibat pandemi corona.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved