Berita Semarang
Jalan Kabupaten di Ungaran Timur Ambles, Pengendara Harus Waspada Jurang
Akses jalan di lingkungan Kaligawe, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang ambles.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Akses jalan di lingkungan Kaligawe, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang ambles.
Meski masih dapat dilewati kendaraan roda dua dan empat, namun akses jalan yang menghubungkan Kelurahan Susukan dengan Desa Mluweh itu berkurang satu jalur akibat dari amblesnya jalan.
Saat Tribun Jateng berada di lokasi, Selasa (7/4/2020) tampak beton jalan itu ambles.
Di pinggir jalan tersebut ada jurang puluhan meter.
• Temuan Para Ilmuwan Terbaru Ada 5 Kelemahan Virus Corona dan Karakteristiknya
• Harga Daging Ayam di Semarang Hari Ini Turun, Rata-rata di Jateng Rp 27 Ribu Per Kilogram
• Update Corona 7 April 2020 di Jateng, DIY, DKI Jakarta, Jabar, Jatim hingga Bali
• Update Corona 7 April di Dunia: Amerika Masih Tertinggi, Korban Meninggal di Italia Terbanyak
Tak hanya jalan yang ambles, tanah yang ada di sekitar jalan tersebut ikut longsor menuju ke jurang yang ada di sebelahnya.
Masyarakat sekitar pun mempergunakan alat-alat seadanya untuk membuat pembatas jalan di lokasi.
Pembatas itu dibuat dari kayu dan bambu.
Karena akses jalan yang hilang satu jalur, maka pengendara kendaraan bermotor dari arah Desa Mluweh dan ke arah Desa Mluweh harus bergantian saat melewatinya.
Salah satunya Ita (32), warga, Rowosari, Tembalang Kota Semarang. Untuk menuju pasar dirinya setiap hari melewati akses jalan tersebut.
"Karena paling dekat lewatnya jalan ini," jelasnya.
Ita mengungkapkan sebenarnya akses jalan tersebut mulai ambles sejak 5 bulan yang lalu.
Saat itu masyarakat sekitar mulai membuat pembatas sederhana menggunakan kayu.
"Ini amblesnya sedikit demi sedikit, dan puncaknya saat jalan ambles di satu sisi," paparnya.
Ia menginginkan agar akses jalan tersebut diperbaiki, agar ia dan warga lain dapat melewatinya secara aman dan nyaman.
"Nanti kalau hujan terus bisa longsor semua jalannya dan tidak bisa untuk dilewati," paparnya.
Asariyono, Kepala Desa Mluweh, mengatakan satu sisi akses jalan tersebut ambles sekitar seminggu yang lalu.
Amblesnya jalan disebabkan hujan yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut.
"Itu statusnya jalan Kabupaten, karena di saat ada hujan dua hari berturut turut menjadi ambles," paparnya.
Ia menjelaskan sebenarnya jalan yang ambles tersebut merupakan jalan yang dibuat sejak tahun 2014. Sebelum ambles, Pemkab membangun jalan di sebelahnya untuk perluasan jalan.
"Jadi yang ambles adalah satu jalur jalan yang dibuat di tahun 2014. Dengan amblesnya jalan, masyarakat menggunakan jalur di sebelahnya secara bergantian," papar dia.
Terkait amblesnya jalan itu, ia mengungkapkan pihaknya telah melaporkan hal tersebut ke Pemkab Semarang.
Menurutnya DPU Kabupaten Semarang dan BPBD Kabupaten Semarang sudah mensurvey akses jalan ambles tersebut.
"Beberapa waktu lalu Gubernur Ganjar Pranowo juga saat sedang sepedaan melewati jalan tersebut, lalu kami sempat berbincang perihal pembetulan jalan," ungkapnya.
Asariyono berharap Pemkab Semarang dapat segera membangun kembali akses jalan yang rusak tersebut.
Sesuai peraturan, karena jalan tersebut berstatus jalan kabupaten maka menurutnya pemdes tidak bisa menggunakan dana desa untuk membetulkan jalan.
"Kami berharap Pemkab membangun kembali bagaimana caranya. Karena itu akses utama ke Ungaran," jelasnya. (Ahm)
• Cerita TKI Ilegal di Tengah Malaysia Lockdown, Tak Digaji hingga Makan Tikus Tiap Hari
• Ini Daftar Harga Ponsel Samsung Bulan April 2020, Ada Samsung Galaxy M31
• Cerita Saksi Hidup saat Pagebluk Pes Melanda Jawa, Penggali Kubur Tak Pernah Berhenti
• 23.131 Pemudik Tiba di Kabupaten Pekalongan, Kecamatan Kesesi Terbanyak hingga 3.439 Orang