Berita Semarang

Apakah Pemkot Semarang Akan Mengajukan PSBB? Wali Kota Hendi: Kami Ikut Pak Gubernur

Kami ngikut saja Provinsi Jawa Tengah, Pak Gubernur kebijakannya seperti apa," ujar Hendi

Tribun Jateng/Eka Yulianti Fajlin
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang hingga kini belum berencana mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kepada Pemerintah Pusat guna mencegah persebaran virus corona (covid-19).

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, Kota Semarang merasa belum perlu mengajukan penerapan kebijakan tersebut. Pihaknya mengikuti kebijakan Gubernur Jawa Tengah dalam penanggulangan covid-19.

"PSBB enggak lah, pokoknya Kota Semarang saat ini merasa belum perlu.

Kami ngikut saja Provinsi Jawa Tengah, Pak Gubernur kebijakannya seperti apa," ujar Hendi, sapaan akrabnya, Kamis (9/4/2020).

Menurutnya, jika Semarang dilakukan karantina namun kabupaten/kota lain di Jawa Tengah tidak dilakukan serupa, hal itu akan percuma.

Pasalnya, Semarang menjadi lintasan beberapa kota di Jawa Tengah.

Apabila Gubernur Jawa Tengah mengambil kebijakan sterilisasi wilayah Jawa Tengah, Kota Semarang pun siap mengikuti.

Namun, jika kebijakan itu tidak diambil pihak provinsi, Kota Semarang akan tetap berjalan seperti saat ini.

"Semua berdasarkan koordinasi Gubernur. Nanti kalau Pak Ganjar menerapkan PSBB untuk Jawa Tengah kami ikuti. Kalau tidak ya seperti ini," terangnya.

Menurut Hendi, sebagian indikator terkait kebijakan itu sudah dilakukan di Semarang.

Semisal, penerapan kegiatan belajar mengajar bagi anak sekolah dilakukan di rumah, jam kerja aparatur sipil negara (ASN) diatur sesuai ketentuan.

Namun, hingga kini hal-hal vital seperti transportasi masih berjalan untuk menjaga kondisi ekonomi Kota Semarang.

Meski demikian, upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19 tetap dilakukan melalui sosialisasi atau pendekatan secara persuasif kepada masyarakat antara lain meminta masyarakat untuk tetap beraktivitas di rumah dan tidak bergerombol.

Bagi tempat makan, pihaknya juga meminta agar melayani take away saja. Pemberian sembako bagi warga yang terdampak covid-19 juga terus dilakukan.

"Dua sisi berjalan beriringan. Ekonomi berjalan, meski sangat kecil karena dampaknya luar biasa. Memutus mata rantai juga kami lakukan persuasif," tambahnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved