Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Kapal Thailand Bawa 29 Ton Gula Berlabuh di Tanjung Emas Semarang, Warga Berharap Harga Stabil

Untuk mencukupi gula sacara nasional, kapal dari Thailand kembali datang dan membawa 29 ribu ton lebih gula kristal, pada 4 April lalu.

Penulis: budi susanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Bongkar muat gula kristal dari Thailand di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Sabtu (4/4/2020) lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah terus melakukan berbagai cara untuk menekan kenaikan komoditi bahan makanan termasuk gula kristal.

Bahkan tercatat pemerintah melakukan impor gula pasir dari Thailand beberapa waktu lalu.

Adapun 20 ribu ton gula kristal mentah yang diangkut dari Pelbuhan Sriracha, Thailand, 31 Maret sudah bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Janda Ini Kaget Saat Cek Calon Suaminya di Kodim Pemalang, Tidak Ada Nama Kapten Rendi

Fakta di Balik SA Tipu Driver Ojol Mulyono, Pelaku Ditolak Keluarga dan Kini Dikarantina di Solo

TNI-Polri Tangkap Pemasok Sembako KKB Papua, Ternyata Juga Penyelundup Amunisi

Promo Alfamart Akhir Pekan 9-12 April 2020, Minyak Goreng hingga Biskuit, Ini Daftar Lengkapnya

Tak hanya itu, untuk mencukupi gula sacara nasional, kapal dari Thailand kembali datang dan membawa 29 ribu ton lebih gula kristal, pada 4 April lalu.

Gula sebanyak 29 ribu ton lebih itu untuk kemudian dikirim ke gudang PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Todanan, Blora, Jateng.

Meski puluhan ribu gula kristal didatangkan, namun di sejumlah pasar di Kota Semarang harga gula tercatat masih melambung di angka Rp 19 ribu per kg.

Tingginya harga gula kristal itu dikeluhkan masyarakat, pasalnya sepekan terakhir harga gula terus naik.

"Bulan lalu masih Rp 15 ribu, sekarang sampai Rp 19 ribu per kg."

"Kalau seperti ini terus pasti menyusahkan," ujar Siti (51) warga Banyumanik Kota Semarang, kepada Tribunjateng.com, Kamis (9/4/2020).

Dilanjutkannya, kenaikan harga gula di tengah pendemi Covid-19 dan jelang bulan Ramadhan sangat meresahkan ibu rumah tangga.

"Padahal gula kristal dipakai setiap hari, baik untuk memasak maupun membuat minuman."

"Kalau sampai Ramadhan harga terus meroket, ibu rumah tangga seperti saya kerepotan," paparnya.

Data yang dihimpun Tribunjateng.com, dari Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (SiHati) milik Bank Indonesia (BI), harga gula kristal di Kota Semarang, Kamis (9/4) mencapai Rp 18,5 ribu per kg.

Sementara di Kota Tegal harga gula kristal mencapai Rp 17,5 ribu per kg, Kota Pekalongan Rp 17 ribu, Kota Salatiga Rp 18 ribu, Kota Surakarta Rp 17,5 ribu, dan Kota Magelang Rp 17,5 ribu per kg.

Pantauan Tribunjateng.com, tingginya harga gula kristal di pasaran belum ditanggapi Pemprov Jateng lewat pasar murah untuk komoditi gula.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved