Berita Semarang
Arus Kendaraan di Jalan Tol ke Arah Semarang Turun Hingga 50 Persen
Arus kendaraan yang masuk dari arah barat ke Kota Semarang melalui jalur tol per harinya menurun drastis akhir Maret 2020 lalu.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Arus kendaraan yang masuk dari arah barat ke Kota Semarang melalui jalur tol per harinya menurun drastis akhir Maret 2020 lalu.
PT Jasamarga Cabang Semarang-Batang mencatat, penurunan jumlah arus kendaraan itu mencapai hingga 40-50 persen.
Dirut Jasamarga Cabang Semarang-Batang, Arie Irianto mengungkapkan, biasanya, arus kendaraan yang masuk ke Semarang dari arah barat maupun sebaliknya berkisar 22 ribu-24 ribu unit per harinya.
• Doa Quraish Shihab untuk Glenn Fredly Bikin Najwa Shihab Menangis Sesenggukan
• Viral Suami Dilabrak Istri Gegara Mandi dengan Si Rambut Panjang, Malah Cengengesan
• Aksi Nekat Sopir Truk Evakuasi Mandiri di Tanjakan Silayur Semarang, Warga: Gila Tuh!
• Tangisan Lepas Glenn Fredly, Mutia Ayu : “Please, Jangan Tinggalin Aku, Aura Kasih Tak Mampu Bicara
Namun, kata Arie, arus kendaraan kini menurun drastis hingga 10 ribu unit saja per harinya sejak wabah pandemi virus corona Covid 19 meluas.
"Terutama di ruas Tol Semarang - Batang jadi sepi. Kita tahu bahwa warga dari barat (Jakarta/Jabar) banyak yang mudik lebih dulu ke kampungnya (Jateng).
Tapi, pengguna tol justru cendurung turun dari hari normal biasanya," kata Arie saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (10/4/2020).
Saat ditanyai ihwal pendataan para pemudik via tol dengan tujuan Kota Semarang, dia menyebut tidak ada kegiatan serupa di ruas maupun gerbang tol.
Meski tidak ada pendataan bagi pemudik yang masuk Semarang via tol, pihaknya tetap melakukan upaya pencegahan di rest area.
Sejumlah protokol pemeriksaan bagi pengunjung pun dipersiapkan di seluruh rest area yang dikelola Jasamarga.
"Jadi, para pemudik jalur tol yang mampir ke rest area bakal diperiksa dan didata juga.
Sejumlah tenant atau gerai di rest area pun sudah diminta untuk menerapkan kebijakan physical distancing.
Pengunjung harus jaga jarak. Masjid di rest area pun sudah kita berita tanda bagi para jamaah supaya tetap jaga jarak 1 meter," jelas Dirut.
Arie menambahkan, sebenarnya, pemberhentian untuk pengecekan kendaraan di jalur tol bakal berdampak pada antrian.
Menurutnya, hal tersebut tentu kontradiksi dengan penerapan physical distancing oleh pemerintah.
"Apalagi di gerbang tol rentan terjadi antrean. Jika ditambah ada pengecekan di tol, tentu antrean semakin panjang dan membuat kerumunan.
Itu kontradiksi dengan physical distancing.
Lalu, itu pun jadi tidak sesuai dengan amanah UU 38 Tahun 2004 dan PP 15 Tahun 2005 tentang fungsi jalan tol untuk memperlancar arus mobilisasi dan distribusi orang, serta barang," jelas Arie.
Terpisah, Manager Traffic Jasamarga Cabang Semarang ABC, Ferza Gauthama mengungkapkan, jika arus kendaraan di ruas tol semarang juga mengalami penurunan.
Dia mengaku, aktivitas arus kendaraan cukup normal hanya dapat dijumpai saat hari-jari dan jam kerja. Di luar itu, kata Ferza, ruas tol jadi sepi.
"Jika lihat real di lapangan, ruas tol sekarang sepi.
Terutama di ruas tol ABC Semarang.
Mulai ramai kendaraan pun hanya saat pagi dan sore hari. Sebab, itu waktu-waktu jam berangkat dan pulang kerja para pegawai," urai Ferza. (Tribunjateng/gum).
• Tablighi Jamaat Disorot Tajam, Ratusan Pesertanya Dinyatakan Positif Corona
• Warga Ngadirgo Semarang Sempat Pasang Spanduk Tolak Pemakaman Korban Corona, Ini Alasannya
• Benarkah Jika Merapi Meletus Abunya Akan Mematikan Virus Corona? Ini Penjelasan Pakar Gunung Berapi
• Promo Superindo 9-12 April 2020, Banyak Diskon di Akhir Pekan Cuma 3 Hari, Ini Daftarnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tol-semarang-lengang.jpg)